Tingginya intensitas penangkapan kerang darah (Anadara granosa) di Muara Sungai Banjar Kemuning berpotensi mengganggu keberlanjutan populasi apabila tidak didukung data biologi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), serta keterkaitannya dengan kondisi lingkungan perairan. Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel pada tiga stasiun berdasarkan intensitas penangkapan. Parameter yang diamati meliputi TKG, IKG, serta kualitas air (suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar individu berada pada TKG II (22 dari 46 individu), yang menunjukkan fase perkembangan gonad awal hingga pertengahan. Nilai IKG meningkat seiring bertambahnya TKG, dengan kisaran 2,5–7,0% pada jantan dan 2,0–6,0% pada betina. Parameter kualitas air berada dalam kisaran optimal (suhu 29,8–30,9°C; salinitas 33–34 ppt; pH 8,0–8,3; DO 6,58–6,97 mg/L) yang mendukung perkembangan gonad. Namun, rendahnya proporsi individu pada TKG IV (4 individu) menunjukkan bahwa tekanan penangkapan diduga menjadi faktor utama yang memengaruhi belum optimalnya kondisi reproduksi populasi. Kata Kunci: Anadara granosa, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, kualitas air
Copyrights © 2026