Pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan transformasi digital di Museum Negeri Ruwa Jurai (MNRJ) Bandar Lampung melalui integrasi visualisasi 3D, QR code, dan deskripsi multibahasa pada laman objek berbasis website. Kegiatan diawali asesmen kebutuhan, pemasangan QR pada label koleksi yang menaut ke landing page tiap objek, serta pelatihan singkat bagi staf tentang pembuatan/pengujian QR, unggah konten, dan prinsip aksesibilitas. Evaluasi menggunakan kuesioner pra–pasca (Likert 1–5; N=5), uji fungsional (black-box testing), dan umpan balik terarah. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan staf: pengetahuan 3D–QR–aksesibilitas dari 2,8 menjadi 4,2; keterampilan operasional (unggah konten/3D/QR) dari 2,6 menjadi 4,1; dan kepercayaan diri dari 2,9 menjadi 4,3. Dari hasil pengalaman pengunjung, pada uji fungsional memastikan pemindaian cepat, laman stabil, dan penampil 3D responsif; keterbatasan AR pada perangkat lama diatasi dengan fallback 3D web. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini menegaskan bahwa integrasi 3D, QR, dan multibahasa berdampak dan layak untuk meningkatkan aksesibilitas, daya tarik, serta tata kelola konten digital museum. Rekomendasi meliputi pengayaan narasi ringkas, penguatan signage ajakan pemindaian, dan pemantauan analitik sederhana, dengan kanal digital yang melengkapi peran pemandu.
Copyrights © 2026