Peserta didik saat ini lebih banyak terlibat dengan teknologi saat berinteraksi. Akibatnya, kemampuan bersosialisasi mereka berkurang. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya empati, tanggung jawab sosial, dan kesadaran untuk membangun hubungan positif dengan teman sebaya dan guru. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah ini, nilai-nilai humanistik harus diterapkan dalam pendidikan karakter. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menentukan hubungan antara nilai humanistik dan pendidikan karakter; menganalisis peran nilai humanistik dalam pembentukan karakter; menentukan seberapa efektif dan fleksibel model pembelajaran humanisme; dan menganalisis manfaat dan kelemahan teori belajar humanisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian literatur. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai humanistik membentuk generasi yang memiliki moralitas kuat dan kejujuran tinggi. Oleh karena itu, pendidikan karakter yang didasarkan pada nilai humanistik tidak hanya membantu peserta didik belajar semakin banyak, tetapi juga membantu peserta didik menjadi jauh lebih baik secara emosional dan sosial. Ini membantu mereka mengatasi tantangan hidup dengan cara moral dan etika.
Copyrights © 2026