Pendahuluan: Bullying masih menjadi persoalan serius di lingkungan sekolah dan berdampak pada kesehatan mental serta prestasi akademik siswa. Minimnya pemahaman dan keterampilan sosial siswa, terutama dalam merespons sebagai saksi (bystander), memperparah kondisi tersebut. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan sosial siswa dalam mencegah dan menghadapi bullying melalui pendekatan edukatif partisipatif. Metode: Edukasi interaktif, diskusi reflektif, simulasi peran (role play), dan diskusi kasus nyata. Tahapan kegiatan mencakup identifikasi masalah mitra, penyusunan materi, pelaksanaan intervensi, serta evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman siswa. Hasil: Sebelum kegiatan, 70% siswa berada pada kategori pemahaman tinggi, sedangkan setelah kegiatan seluruh siswa (100%) mencapai kategori tersebut. Kesimpulan: Program ini efektif meningkatkan pemahaman, empati, dan keberanian siswa untuk bertindak sebagai active bystander dalam mencegah bullying di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026