Background: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan serta menguji instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur kompetensi mahasiswa dalam Human-Machine Communication. Peningkatan interaksi mahasiswa dengan teknologi kecerdasan buatan seperti chatbot dan virtual assistant belum diikuti pemahaman kritis mengenai etika, bias algoritmik, dan keterampilan komunikasi interpersonal. Metode: Instrumen dikembangkan berdasarkan tiga konstruk utama yaitu literasi teknologi dan AI, kesadaran etika terhadap bias algoritma, dan keterampilan komunikasi interpersonal. Proses pengembangan meliputi identifikasi kebutuhan kompetensi, penyusunan item sesuai indikator, dan uji coba terbatas kepada mahasiswa sebagai responden awal. Instrumen ini disusun sebagai perangkat evaluatif yang bersifat umum dan dirancang untuk digunakan dalam berbagai kegiatan pelatihan dan peningkatan kompetensi Human-Machine Communication, termasuk yang dilaksanakan dalam konteks pengabdian kepada masyarakat. Hasil: Uji coba pada 30 responden menunjukkan peningkatan skor yang signifikan pada seluruh konstruk setelah pelatihan diberikan. Peningkatan ini menegaskan bahwa instrumen mampu menangkap perubahan kompetensi secara sensitif dan bahwa pelatihan berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman teknologi, penguatan kesadaran etis, serta perbaikan kemampuan komunikasi interpersonal. Kesimpulan: Instrumen pre-test dan post-test yang dihasilkan efektif untuk menilai perkembangan kompetensi mahasiswa dalam konteks Human-Machine Communication. Instrumen ini memberikan dasar evaluatif yang terukur bagi pelatihan HMC dan berpotensi direplikasi oleh institusi pendidikan lain untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan komunikasi mahasiswa di era kecerdasan buatan.
Copyrights © 2026