Background: Pelestarian alat musik tradisional menghadapi tantangan di era digital, khususnya ketika dokumentasi dan regenerasi pelaku budaya mengalami penurunan. Klenang, sebagai alat musik bilah logam tradisional masyarakat Sasak di Lombok Timur, berada dalam kondisi rentan akibat minimnya media pembelajaran digital dan keterlibatan generasi muda yang masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Paguyuban Adiluhung Djati Sware melalui digitalisasi pengetahuan tentang Klenang dan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran. Metode: Program dilaksanakan selama delapan bulan di Dusun Dayen Rurung, Desa Padamara, dengan rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan digitalisasi budaya dan teknik bermain Klenang, simulasi penerapan aplikasi e-Klenang, serta pendampingan lapangan. Evaluasi dilakukan terhadap 25 peserta menggunakan metode retrospective pre-test dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji T berpasangan. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada literasi digital (84%), pemahaman Klenang (68%), dan minat pelestarian budaya (40%) dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kesimpulan: Integrasi teknologi dan kearifan lokal melalui aplikasi e-Klenang terbukti efektif sebagai strategi pelestarian budaya yang adaptif dan berpotensi direplikasi pada seni tradisional lainnya.
Copyrights © 2026