Background: Gagal ginjal kronis (GGK) meningkat tiga kali lipat pada usia muda di Sukabumi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan 60 keluarga pasien GGK tentang risiko makanan-minuman tidak sehat di RSUD R. Syamsudin SH (3 Februari–8 Maret 2025). Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap: koordinasi, pre-test dan penyuluhan visual (4 batch × 15 orang), FGD berbagi pengalaman GGK, serta post-test dan refleksi komitmen. Materi fokus bahaya minuman berpemanis kemasan, mie instan, keripik MSG, dan minuman energi yang memicu diabetes, hipertensi, kerusakan ginjal. Hasil: Median skor pengetahuan meningkat signifikan dari 4,5 menjadi 13,0 (p=0,000, uji Wilcoxon Signed-Rank). Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman risiko minuman manis kemasan (+55,8%) dan makanan tinggi garam (+52,9%). Sebanyak 85% peserta sebelumnya rutin mengonsumsi teh manis atau mie instan harian; pasca-intervensi, mereka berkomitmen mengganti mie dengan nasi sayur, dan membawa tumbler air putih. Peningkatan terbesar ini mencerminkan perubahan sikap terhadap kebiasaan konsumsi harian paling berisiko bagi ginjal. Kesimpulan: FGD partisipatif efektif tingkatkan literasi kesehatan ginjal dan pencegahan primer keluarga menghadapi tren GGK usia muda Sukabumi
Copyrights © 2026