Background: Masyarakat Kampung Tibatibananam dan Kampung Mawar, Distrik Teluk Patipi, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, memiliki potensi untuk diberdayakan melalui kegiatan produktif berbasis rumah tangga guna meningkatkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi. Pelatihan pembuatan tempe dipilih karena bernilai gizi tinggi, berbiaya rendah, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha mikro. Metode: Program pemberdayaan dilaksanakan secara partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan teknis, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan keluarga usia produktif. Hasil: 1) Pelaksanaan program diawali dengan tahap persiapan dan sosialisasi, dilanjutkan pelatihan teknis pembuatan tempe, praktik produksi secara berkelompok, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi. 2) Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi tempe secara mandiri, tumbuhnya kesadaran terhadap pengolahan pangan yang higienis dan bergizi, serta munculnya peluang ekonomi berbasis rumah tangga melalui pemanfaatan tempe sebagai konsumsi keluarga dan sumber pendapatan tambahan. Program ini juga mendorong penguatan kerja sama dan solidaritas sosial masyarakat. Kesimpulan: Pelatihan pembuatan tempe efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi, yang ditunjang oleh partisipasi aktif masyarakat, pendampingan berkelanjutan, serta integrasi keterampilan teknis dan kewirausahaan sederhana.
Copyrights © 2026