Background: Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas muballigh dan pengurus majelis taklim melalui pelatihan dakwah berbasis partisipasi komunitas di Kelurahan Krapyak, Semarang Barat, guna memperkuat kompetensi dakwah dan kelembagaan majelis taklim dalam menghadapi tantangan dakwah modern. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan prinsip andragogi melalui tahapan preliminary research, rembug warga, pelatihan manajemen kelompok, pelatihan life skill dan bimbingan teknis dakwah, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bersama Ittihadul Muballighin Jawa Tengah, serta evaluasi dan tindak lanjut program. Hasil: Program menunjukkan peningkatan kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta. Hasil preāpost test meningkat dari 65,3% menjadi 87,6%. Sebanyak 83% peserta menilai materi sangat relevan dan 90% menyatakan siap mengimplementasikan hasil pelatihan. Partisipasi jamaah meningkat sebesar 42%, serta terbentuk dua majelis taklim baru sebagai inisiatif peserta. Kesimpulan: Program Training Dakwah Majelis Taklim terbukti mampu memberdayakan masyarakat melalui penguatan kapasitas dakwah yang terstruktur dan partisipatif. Kolaborasi antara UIN Walisongo, KUA, Ittihadul Muballighin, dan tokoh masyarakat berhasil membentuk model dakwah komunitas yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Program ini direkomendasikan sebagai model pengembangan dakwah berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakter lokal jamaah.
Copyrights © 2026