Pendahuluan: Nasyiatul Aisyiyah (NA) Sidenreng Rappang menghadapi kendala dalam optimalisasi limbah pangan dan pengelolaan usaha berbasis ekonomi hijau. Ampas kelapa belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan, padahal memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan tepat. Metode: Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dan dilaksanakan melalui tiga tahap: persiapan (survei dan Focus Group Discussion), pelaksanaan (pelatihan dua hari terkait pengolahan produk dan manajemen usaha digital), serta evaluasi menggunakan pretest dan postest. Hasil: Adanya peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai peserta meningkat dari 55 (pre-test) menjadi 82 (post-test), atau naik sebesar 49%. Sebanyak 87% peserta mampu mempraktikkan pengolahan ampas kelapa menjadi produk bernilai jual, dan 80% peserta memahami dasar manajemen usaha serta pemasaran digital. Selain itu, 70% produk yang dihasilkan memenuhi standar awal untuk dipasarkan di Green Supermarket Sejati Mart. Kesimpulan: Program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta dalam pengolahan limbah pangan dan manajemen usaha berbasis ekonomi hijau, serta berpotensi memperkuat rantai pasok produk lokal berkelanjutan.
Copyrights © 2026