Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Suhu Pengeringan terhadap Mutu Organoleptik Chips Porang Salfiana, Salfiana; Nurwidah, Andi; Muhanniah, Muhanniah; Inayah, Astrina Nur; Syahril, Muh; Basri, Fitra; Thamrin, Rinal; YS, Al Adzim; Syasurya, Yaqub; Erwinsyah, Erwinsyah
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 9 No 02 (2025): Journal Of Agritech Science -November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v9i02.1486

Abstract

Pengeringan merupakan proses penting dalam pembuatan chips porang yang dapat memengaruhi kualitas sensori produk. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu pengeringan terhadap mutu organoleptik chips porang, termasuk warna, aroma, tekstur, dan kualitas keseluruhan produk (Over all). Penelitian ini menguji beberapa suhu pengeringan, yakni 180-199°C, 200-219°C, 220-239°C, dan 240-269°C, untuk mengevaluasi perubahan mutu organoleptik pada chips porang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan yang lebih rendah, antara 180-199°C, cenderung menghasilkan chips porang dengan kualitas warna yang lebih cerah, aroma yang lebih kuat, namun belum optimal. Sebaliknya, suhu yang lebih tinggi, di atas 220°C, menyebabkan penurunan kualitas yang signifikan, dengan warna yang lebih gelap, aroma yang lebih lemah, dan tekstur yang keras atau rapuh. Oleh karena itu, untuk mencapai chips porang dengan kualitas organoleptik optimal, pengaturan suhu pengeringan 200-219°C yang tepat sangat penting untuk mempertahankan karakteristik produk yang diinginkan.
Pemberdayaan Nasyiatul Aisyiyah Transformasi Food Waste Ampas Kelapa Menjadi Olahan Pangan Berbasis Manajemen Usaha Untuk Mendukung Green Supermarket Sejati Mart Inayah, Astrina Nur; Haryono, Iranita; Syasurya, Ya’qub; Basri, Fitra; Riska, Riska; Riskia, Riskia
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22773

Abstract

Pendahuluan: Nasyiatul Aisyiyah (NA) Sidenreng Rappang menghadapi kendala dalam optimalisasi limbah pangan dan pengelolaan usaha berbasis ekonomi hijau. Ampas kelapa belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan, padahal memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan tepat. Metode: Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dan dilaksanakan melalui tiga tahap: persiapan (survei dan Focus Group Discussion), pelaksanaan (pelatihan dua hari terkait pengolahan produk dan manajemen usaha digital), serta evaluasi menggunakan pretest dan postest. Hasil: Adanya peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai peserta meningkat dari 55 (pre-test) menjadi 82 (post-test), atau naik sebesar 49%. Sebanyak 87% peserta mampu mempraktikkan pengolahan ampas kelapa menjadi produk bernilai jual, dan 80% peserta memahami dasar manajemen usaha serta pemasaran digital. Selain itu, 70% produk yang dihasilkan memenuhi standar awal untuk dipasarkan di Green Supermarket Sejati Mart. Kesimpulan: Program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta dalam pengolahan limbah pangan dan manajemen usaha berbasis ekonomi hijau, serta berpotensi memperkuat rantai pasok produk lokal berkelanjutan.