ABSTRAK Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan mindset kewirausahaan, keterampilan manajerial, dan kapasitas pemanfaatan teknologi pelaku UMKM di Desa Permata Baru, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Oktober 2025 dengan melibatkan 25 pelaku UMKM melalui pendekatan partisipatif berbasis pelatihan, pendampingan, dan penerapan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan terdiri atas tahapan sosialisasi, pelatihan mindset kewirausahaan dan manajemen usaha, penerapan teknologi produksi dan pemasaran digital, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Evaluasi program dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara dengan instrumen kuesioner skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 84% peserta mengalami peningkatan pemahaman mindset kewirausahaan, 100% peserta mampu menerapkan pencatatan keuangan sederhana, 72% peserta mulai menyusun rencana usaha, dan 80% mengadopsi teknologi tepat guna dalam proses produksi dan pengemasan. Selain itu, terbentuk satu Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang melibatkan 15 pelaku UMKM aktif, serta 56% peserta mengalami peningkatan penjualan sebesar 10–25% pada tahap awal pascaprogram. Program ini terbukti efektif dalam mendorong transformasi UMKM dari usaha berorientasi survival menuju usaha yang lebih terencana, inovatif, dan berdaya saing. Keberlanjutan program perlu didukung melalui pendampingan lanjutan, penguatan kelembagaan, serta perluasan jejaring pemasaran berbasis potensi lokal.Kata kunci: Mindset Kewirausahaan; UMKM Desa; Teknologi Tepat Guna; Pendampingan Usaha; Pemberdayaan Masyarakat. ABSTRACTThis community service program aims to enhance the entrepreneurial mindset, managerial skills, and technological utilization capacity of MSME actors in Permata Baru Village, Ogan Ilir Regency. The activity was conducted on October 23, 2025, involving 25 MSME participants through a participatory approach based on training, mentoring, and the application of appropriate technology. The implementation method consisted of several stages, including socialization, training on entrepreneurial mindset and business management, application of production technology and digital marketing, as well as continuous mentoring and evaluation. Program evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments, observations, and interviews employing a Likert-scale questionnaire. The results indicate that 84% of participants experienced an improvement in entrepreneurial mindset understanding, 100% were able to implement simple financial record-keeping, 72% began developing business plans, and 80% adopted appropriate technology in production and packaging processes. In addition, one Joint Business Group (KUB) involving 15 active MSME actors was established, and 56% of participants experienced an increase in sales ranging from 10–25% in the initial post-program period. The program proved effective in transforming MSMEs from survival-oriented businesses into more planned, innovative, and competitive enterprises. Program sustainability should be supported through structured follow-up mentoring, institutional strengthening, and the expansion of marketing networks based on local potential.Keywords: Entrepreneurial Mindset; Rural MSMEs; Appropriate Technology; Business Mentoring; Community Empowerment.
Copyrights © 2026