Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak positif sekaligus tantangan baru bagi remaja, terutama dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan keselamatan saat beraktivitas di dunia maya. Kurangnya kesadaran terhadap penggunaan internet yang sehat dan aman juga sering dipengaruhi oleh minimnya dukungan lingkungan sekolah dan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital sehat dan aman melalui model pelatihan hybrid berbasis website edukasi “sipakainga.com” yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua siswa SMP Negeri 12 Makassar. Metode pelaksanaan terdiri atas pelatihan tatap muka dan pembelajaran daring melalui tiga jenis modul edukasi (modul siswa, modul guru, dan modul orang tua). Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap siswa, serta observasi dan wawancara terhadap guru dan orang tua. Sebanyak 32 siswa, 10 guru, dan 15 orang tua berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa dari 75,34 menjadi 76,43 dengan tingkat pertumbuhan (growth rate) sebesar 1,45%. Walaupun peningkatan ini belum signifikan secara statistik (p = 0,14), kegiatan ini mendorong perubahan perilaku positif pada siswa dalam penggunaan gawai, serta meningkatkan peran guru dan orang tua dalam pengawasan dan pembinaan digital anak. Program ini membuktikan bahwa model pelatihan hybrid berbasis website efektif dalam menumbuhkan kesadaran dan kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk menciptakan budaya digital yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026