Pemanfaatan limbah biomassa pascapanen pada lahan gambut masih belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan limbah dan belum adanya pemanfaatan pengolahan limbah pascapanen oleh kelompok Tani Suka Maju. Inovasi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penerapan biochar plus, yaitu biochar yang diperkaya bahan organik atau nutrien tambahan sehingga berfungsi sebagai pembenah tanah sekaligus pupuk ramah lingkungan. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah biomassa serta minimnya pendampingan teknologi menjadi kendala dalam penerapan inovasi tersebut. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan limbah biomassa menjadi biochar plus sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan pembuatan biochar plus, demonstrasi, dan pendampingan penerapan di lahan. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Tani Suka Maju di Desa Habaring Hurung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada tahun 2025 dengan melibatkan 15 orang petani. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani dari rata-rata 48% menjadi 85% serta meningkatnya keterampilan dalam pembuatan biochar plus dan minat penerapannya di lahan pertanian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan partisipatif efektif dalam memberdayakan petani untuk memanfaatkan limbah biomassa menjadi produk bernilai guna serta mendukung pengelolaan lahan gambut yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026