Latar Belakang: Masalah kesehatan gizi yang signifikan di Kota Serang adalah prevalensi stunting. Asupan gizi, khususnya ASI eksklusif dan makanan tambahan, berdampak signifikan terhadap pertumbuhan balita dan merupakan faktor penyebab stunting. Tujuan: Untuk menguji korelasi antara ASI eksklusif dan makanan pendamping, bersama dengan usia ibu, pendidikan, pekerjaan, dan paritas, dengan prevalensi stunting di wilayah Puskesmas Singandaru, Kota Serang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional, menggunakan sampel 77 wanita dengan anak usia 2 hingga 5 tahun. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Temuan: ASI eksklusif pada balita berkorelasi kuat dengan terjadinya stunting (p = 0,001 dan OR 8,833). Demikian pula, ketersediaan nutrisi tambahan yang sesuai berkorelasi substansial dengan kejadian stunting (p = 0,001 dan OR 9,818). Usia dan pendidikan ibu menunjukkan korelasi yang signifikan dengan prevalensi stunting (p = 0,027 dan p = 0,011), namun pekerjaan dan paritas ibu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kasus stunting. Kesimpulan: Analisis statistik menunjukkan hubungan yang kuat antara pemberian ASI eksklusif dan MPASI (makanan pendamping ASI) yang tepat dengan kasus stunting di wilayah Puskesmas Singandaru, Kota Serang.
Copyrights © 2026