Penerapan Good Handling Practices (GHP) pada penanganan pascapanen cabai TW di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan GHP pada penanganan pascapanen cabai TW di tingkat petani dan rumah kemas terhadap bobot reject cabai yang diproduksi. Survey dilakukan terhadap 10 orang petani cabai yang menjadi pemasok utama di Rumah Kemas Bernard Tani Pangalengan, Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan pengambilan sample cabai TW. Evaluasi dilakukan menggunakan praktek yang dilakukan oleh responden dan dibandingkan dengan SOP GHP yang sebelumnya telah dibuat. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat kesesuaian penerapan SOP GHP di petani cabai TW sebesar 79%. Selain itu, penerapan GHP terbukti mampu menekan tingkat produk reject sebesar 38,18% dibandingkan dengan penanganan tanpa penerapan GHP.
Copyrights © 2026