Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kualitas Pascapanen Tomat pada Penyimpanan Dingin dan Beku Rahmawati, Rahmi; Mardika, Kori Rahma; Janati; Aulia, Adinda Fatin; Ramdhan, Mohamad; Aufar, Muhammad Raznan
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 13 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penyimpanan dingin (chiller) dan beku (freezer) serta pengemasan terhadap kualitas tomat sebagai salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomis tinggi. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan faktorial dua arah tanpa ulangan, dengan faktor jenis kemasan (plastik PE dan kertas koran) serta suhu penyimpanan (0 °C dan 8-10 °C). Parameter mutu yang diamati meliputi warna, tekstur, kekerasan, dan susut bobot tomat selama 7 hari penyimpanan. Dalam hal ini, kekerasan diamati sebagai parameter mekanis spesifik (force to penetrate/compress), sedangkan tekstur mencakup karakteristik sensori yang lebih luas seperti kekenyalan dan integritas jaringan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penyimpanan beku cenderung lebih efektif dalam mempertahankan kekerasan tomat dibandingkan penyimpanan dingin, meskipun berpotensi menyebabkan perubahan warna yang lebih drastis akibat kerusakan membran sel. Parameter tekstur secara umum juga lebih stabil pada kondisi beku, namun perubahan struktur jaringan setelah thawing tetap perlu diperhatikan. Sementara itu, susut bobot lebih besar terjadi pada penyimpanan chiller, terutama pada kemasan plastik PE, yang disebabkan oleh laju transpirasi dan penguapan air yang lebih tinggi. Analisis ANOVA menunjukkan bahwa suhu penyimpanan memberikan pengaruh signifikan terhadap parameter kekerasan (p < 0.05), namun tidak signifikan terhadap susut bobot maupun tekstur. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan metode dan kondisi penyimpanan yang tepat—termasuk suhu dan jenis bahan pengemas—sangat penting untuk mempertahankan mutu tomat selama penyimpanan pascapanen. Untuk mempertahankan mutu fisik tomat selama penyimpanan pascapanen, disarankan menggunakan metode penyimpanan beku (freezer) yang dikombinasikan dengan kemasan berbahan kertas koran. Kombinasi ini terbukti lebih efektif dalam menjaga kekerasan dan tekstur tomat hingga 7 hari, sekaligus meminimalkan susut bobot dibandingkan penyimpanan dingin (chiller) dengan plastik PE. Namun, perlu diperhatikan potensi perubahan warna akibat kerusakan pigmen selama proses pembekuan dan pencairan, sehingga produk sebaiknya segera dikonsumsi setelah thawing untuk menghindari penurunan kualitas visual.
Pengaruh Penerapan Good Handling Practices terhadap Bobot Reject Cabai TW pada Penanganan Pascapanen di Rumah Kemas Bernard Tani Pangalengan Aprilliani, Fenny; Romalasari, Atika; Sobari, Enceng; Yudiyanto, Oyok; Prayogaswara, Muhammad Arsya Putra; Hikmatulloh, Nurul; Ramadhan, Muhammad Gilang; Mardika, Kori Rahma
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.460

Abstract

Penerapan Good Handling Practices (GHP) pada penanganan pascapanen cabai TW di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan GHP pada penanganan pascapanen cabai TW di tingkat petani dan rumah kemas terhadap bobot reject cabai yang diproduksi. Survey dilakukan terhadap 10 orang petani cabai yang menjadi pemasok utama di Rumah Kemas Bernard Tani Pangalengan, Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan pengambilan sample cabai TW. Evaluasi dilakukan menggunakan praktek yang dilakukan oleh responden dan dibandingkan dengan SOP GHP yang sebelumnya telah dibuat. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat kesesuaian penerapan SOP GHP di petani cabai TW sebesar 79%. Selain itu, penerapan GHP terbukti mampu menekan tingkat produk reject sebesar 38,18% dibandingkan dengan penanganan tanpa penerapan GHP.
Hedonic Assessment of Coffee Processed with Pineapple Extract Rahayu, Wiwik Endah; Triastuti, Desy; Aprilliani, Fenny; Pratiwi, Putri Citra; Hasan, Jawad Ahmed; Mardika, Kori Rahma
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.600

Abstract

This study investigated the effects of steaming duration and pineapple peel-flesh extract proportions on the sensory acceptance of Arabica coffee processed with Subang pineapple extract. A Completely Randomized Design (CRD) was used with two factors: steaming duration (30, 60, and 90 minutes) and pineapple peel:flesh extract ratios (25:75, 50:50, and 75:25). Hedonic preference tests were conducted on selected sensory attributes of both ground and brewed coffee. Data were analyzed using ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. The result showed that steaming duration and pineapple extract ratio did not significantly affect the hedonic attributes of ground coffee. However, these factors influenced the color, aroma, body, acidity, and overall preference of brewed coffee. The optimal steaming duration was found to be between 30 and 60 minutes, with a pineapple peel extract ratio of pineapple peel and flesh extract of 75:25, resulting in the most preferred coffee according to panelists.