Pendataan penerima bantuan sosial (bansos) di tingkat desa masih menghadapi permasalahan serius berupa data yang tidak akurat, tidak mutakhir, dan rentan terhadap praktik kecurangan akibat pengelolaan manual berbasis dokumen kertas. Kondisi ini menyebabkan terjadinya inclusion error (penerima tidak berhak mendapat bansos) dan exclusion error (warga berhak tidak mendapat bansos) yang merugikan masyarakat dan pemerintah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan sistem informasi pendataan bantuan sosial berbasis web di Desa X guna meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi, dan akuntabilitas distribusi bansos. Metode yang diterapkan meliputi analisis data eksisting, pengembangan sistem dengan pendekatan Agile, integrasi dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), pelatihan aparatur desa, dan evaluasi paska implementasi menggunakan indikator ketepatan sasaran. Sistem yang dikembangkan dilengkapi fitur verifikasi lapangan berbasis GPS, manajemen data warga terintegrasi, dashboard monitoring distribusi, dan pelaporan otomatis ke Dinas Sosial. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan inclusion error dari 18,7% menjadi 3,2%, penurunan exclusion error dari 22,4% menjadi 4,1%, peningkatan akurasi data penerima sebesar 79,6%, dan efisiensi waktu pendataan yang berkurang dari 14 hari menjadi 3 hari per siklus pendataan. Sistem ini memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan distribusi bantuan sosial yang lebih adil, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Copyrights © 2024