Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik peran ganda antara fungsi edukatif dan administratif pada guru Indonesia, mengidentifikasi dampak multidimensinya, serta mengembangkan strategi mitigasi yang komprehensif. Menggunakan pendekatan studi literatur sistematis dengan analisis tematik kualitatif, penelitian ini mengkaji artikel yang terbit antara 2020-2025. Data dikumpulkan dari database akademik dan dianalisis melalui pengkodean, identifikasi tema, dan analisis komparatif. Hasil penelitian mengungkap tiga temuan utama: Pertama, beban administratif guru mencakup administrasi kurikulum, dokumentasi pembelajaran, dan tanggung jawab profesional yang menciptakan tuntutan tumpang-tindih. Kedua, konflik peran menyebabkan dampak psikologis (burnout, stres), penurunan pedagogis (berkurangnya kualitas mengajar), dan kerusakan sosiologis (terganggunya hubungan guru-siswa). Ketiga, mitigasi efektif memerlukan strategi tiga level terintegrasi: transformasi teknologi melalui AI dan alat digital, penguatan kapasitas koping individu, dan sistem dukungan kelembagaan. Temuan penelitian memberikan kontribusi teoretis bagi sosiologi pendidikan melalui penerapan teori konflik peran Robert Merton serta signifikansi praktis untuk pengembangan kebijakan pendidikan yang seimbang yang melindungi fungsi edukatif guru sekaligus menjaga akuntabilitas yang diperlukan.
Copyrights © 2026