Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bentuk stres kerja yang dialami karyawan meliputi kelelahan fisik, gangguan tidur, ketegangan emosional, serta penurunan konsentrasi. Faktor penyebab utama stres kerja antara lain beban kerja berlebih, target penjualan yang tinggi, konflik antar karyawan, dan kurangnya pengaturan waktu kerja. Untuk mengatasi hal tersebut, owner menerapkan beberapa strategi manajemen stres, yaitu komunikasi terbuka, pembagian beban kerja yang seimbang, pemberian motivasi dan penghargaan, serta pelatihan manajemen waktu. Strategi ini terbukti membantu karyawan mengembangkan mekanisme koping yang lebih adaptif dan meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya literatur mengenai manajemen stres pada sektor ritel kecil, khususnya dalam konteks sosial budaya perkotaan di Makassar. Secara praktis, temuan ini menekankan pentingnya dukungan struktural dan emosional dari pemilik usaha untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Implikasi kebijakan yang muncul adalah perlunya perhatian lebih pada regulasi internal terkait keseimbangan beban kerja di usaha ritel. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan ke berbagai sektor ritel lain guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2025