Penelitian ini berupaya menilai khasiat ventilasi alami dalam mencapai kenyamanan termal di dalam Masjid Kesultanan Ternate. Studi ini menilai suhu, kelembaban, dan kecepatan aliran udara pada jam yang berbeda (pagi, siang, sore) untuk menyelidiki variasi kenyamanan termal, mengakui signifikansinya di ruang ibadah. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa peningkatan suhu dan tingkat kelembaban di siang hari menyebabkan penurunan kenyamanan, seperti yang terlihat dari peningkatan nilai PMV (1,2) dan PPD yang lebih tinggi (35%). Sebaliknya, pada pagi dan sore hari, suhu dan kelembaban menunjukkan stabilitas yang lebih besar, menghasilkan nilai PMV yang lebih rendah dan PPD yang berkurang, yang menunjukkan tingkat kenyamanan yang ditingkatkan. Wawancara dengan peziarah menunjukkan bahwa banyak yang mengalami ketidaknyamanan di siang hari, terutama karena suhu tinggi dan kualitas udara yang menindas. Kecepatan angin sedang sepanjang pagi dan sore memperburuk kenyamanan termal, meskipun ada peningkatan kecil di sore hari. Disarankan agar arsitektur ventilasi alami di Masjid Kesultanan Ternate ditingkatkan dengan meningkatkan ukuran lubang ventilasi, menggabungkan ventilasi atap, dan memanfaatkan bahan isolasi termal yang lebih efektif. Penelitian ini secara signifikan berkontribusi pada kemajuan desain arsitektur yang lebih nyaman dan berkelanjutan untuk masjid tua, sekaligus meningkatkan pemahaman tentang ventilasi alami dalam struktur tropis.
Copyrights © 2026