Pertambahan jumlah lansia di Indonesia menuntut tersedianya sistem pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Perawatan Jangka Panjang menjadi strategi penting dalam memenuhi kebutuhan bio-psiko-sosial lansia, terutama mereka yang mengalami keterbatasan fungsi dan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah implementasi Perawatan Jangka Panjang pada lansia, mencakup aspek perencanaan, mekanisme pelaksanaan, wahana/tempat pelaksanaan, kompetensi pelaksana Perawatan Jangka Panjang, dan pembinaan serta pengawasan Perawatan Jangka Panjang lansia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus Tahun 2025 sampai Maret 2026 menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sistem yaitu wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Perawatan Jangka Panjang pada lansia belum sepenuhnya optimal. Hambatan utama yang ditemukan adalah keterbatasan tenaga terlatih, kurangnya sarana dan prasarana dan kurangnya komitmen tim dan komitmen keluarga, serta dana transportasi kader. Meskipun demikian, intervensi yang bersifat personal dan keterlibatan keluarga secara aktif terbukti memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup lansia. Perawatan Jangka Panjang berpotensi besar dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan lansia, namun pelaksanaannya memerlukan penguatan sistem, peningkatan kapasitas pelaksana, dan dukungan lintas sektor.
Copyrights © 2026