Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR RISIKO KEJADIAN DISLIPIDEMIA PADA LANSIA (Studi Kasus Kontrol Pada Lansia di Poli Lansia RSUD. Bangkinang Kabupaten Kampar Tahun 2016–2017) Lestari, Ayuning; Handini, Myrnawati Crie; Sinaga, Taruli Rohana
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.455 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v3i2.35

Abstract

Based on the data from the Central Bureau of Statistics in 2014, the population of the elderly reached 20.24 million or 8.03% of the whole Indonesian people. The older a person is, the more vulnerable he is to degenerative diseases, and one of them is dyslipidemia. The objective of the research was to find out the risk factor for the incidence of dyslipidemia and to determine the value of Odds Ratio of risk factor for dyslipidemia. The research used case-control study design. The data were gathered from patients’ medical records and from the respondents. The samples were 135 respondents with 45 of them were in case group and 90 of them were in control group. The result of bivariate analysis showed that all independent variables were correlated with the incidence of dyslipidemia (p<0.05). The result of multivariate analysis showed that the variable which had the most dominant correlation  was smoking habit at p-value = 0.000 (p<0.05) and OR-value = 9.929 (85% CI 3.428-28.762) which indicated that smoking habit was the most influential risk factor for the incidence of dyslipidemia in the elderly. Keywords: The Elderly, Dyslipidemia, Gender, Obesity, Diabetes Mellitus, Smoking
Correlation of Junk Food, Genetic Factor, and Menarche Age with Fibroadenoma Mammae at Surgery Policlinic Rantauprapat General Hospital, Labuhanbatu Siregar, Andi Putra; Zuska, Fikarwin Zuska; Sinaga, Taruli Rohana
Proceeding - Sari Mutiara Indonesia International Conference on Health Vol 1 No 1 (2018): Sari Mutiara Indonesia International Conference on Health
Publisher : Sari Mutiara Indonesia University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.792 KB)

Abstract

There are many risk factors which have an act to distribute Fibroadenoma mammae (FAM) to the women such as junk food consumption factors, genetic factors, and the women who gets the menstruation in age less than 12 years old. In RSUD Rantauprapat, the scores of FAM are increasing in every year. In 2014, the researcher found 202 (27,83%) cases of FAM. Therefore, the cases increased as many as 233 (28,36%) cases in 2015. In 2016, the cases increased too as many as 298 cases (30,52%). This research aims to determine the relation between junk food consumption, genetic factors, and age of menarche with Fibroadenoma mammae cases at surgical polyclinic of RSUD Rantauprapat. The design of this research was analytic design which used case control and the researcher did the data analysis as univariate, bivariate, and multivariate. The result of this research showed us the relation between junk food consumption (p value = <0,015), genetic factors (p value = <0,040), and age of menarche (p value = <0,031). Therefore based on the result of research, the researcher found the genetic factors were the most related factors to FAM cases that were (p = 0,001; OR = 0,005). In this thesis, the researcher wishes all of the women regulate their dietary habit especially to the women who come from a family that has FAM historic disease and the women who gets the menstruation cycle in age less than 12 years old.
PENINGKATAN KAPASITAS RELAWAN TERKAIT PENCEGAHAN COVID-19 Siregar, Laura; Sinaga, Taruli Rohana; Purba, Agnes
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awal tahun 2020, Covid-19 menjadi masalah kesehatan dunia yang diawali dengan informasi WHO pada Desember 2019 menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di Kota Wuhan China. Indonesia melaporkan kasus konfirmasi Covid-19 sebanyak 2 kasus pada 2 Maret 2020 dan bertambah menjadi 790 kasus pada 25 Maret 2020. Demikian pula di Provinsi Sumatera Utara menunjukkan peningkatan yang signifikan. Jumlah kasus terkonfirmasi positif pada tanggal 5 September 2020 sebanyak 7.552. Dilatarbelakangi oleh jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 yang tinggi dan dengan ditetapkannya Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu provinsi prioritas penanganan Covid-19 di Indonesia, maka diperlukan adanya upaya untuk meningkatkan kapasitas relawan dalam pencegahan Covid-19, khususnya tiga daerah yang dianggap paling rawan, diantaranya Kota Medan, Kota Binjai dan Deli Serdang. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Universitas Sari Mutiara Indonesia bekerjasama dengan BNPB dan BPBD Provinsi Sumatera Utara yang membentuk Pos Gabungan Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 (Posgagah). Relawan yang hadir berasal dari Kota Binjai sebanyak 50 orang, terdiri dari unsur organisasi kepemudaan, ibu-ibu PKK, mewakili pemerintahan seperti personil kelurahan dan desa serta masyarakat umum. Keikutsertaan relawan sebagai agen perubahan dimasyarakat dalam perilaku 3 M untuk pencegahan penularan virus Covid-19 sangat membantu pemerintah pada upaya penurunan kasus penderita Covid-19.
MASYARAKAT MANDIRI TANGGAP DIARE PADA ANAK DI KELURAHAN GAHARU MEDAN TIMUR Martina, Siska Evi; Siregar, Rinco; Sinaga, Taruli Rohana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting karena merupakan penyumbang utama ketiga angka kesakitan dan kematian anak di berbagai Negara termasuk Indonesia.Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanganan diare secara mandiri. Metode: Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa promosi kesehatan dengan ceramah dan diskusi interaktif serta demonstrasi penagnanan diare pada anak secara mandiri. Hasil: Sebagian besar masyarakat antusias dan berperan aktif dalam kegaitan pengabdian masayrakat ini. Sebanyak 95 % masyarakat menjadi lebih paham dan mampu melakukan penanganan diare pada anak secara mandiri. Kesimpulan: Pemantauan status kesehatan anak terkait kajadia diare sangat perlu dilakukan secara berkala dan masayrakt yang sudah mampu menanganai anak saat ada diare dan melakukan pencegahan komplikasi juga dapat berbagi ilmu bagi masyarakat lain yang tidak mengetahui. Keluarahan gaharu menjadi masayrakat yang mandiri dalam mencegah dan menangani diare pada anak.
DESINFEKTAN RUMAH IBADAH DAN PENDIDIKAN KESEHATAN PENCEGAHAN COVID-19 DI GEREJA GBKP Jl. BUDI LUHUR LINGKUNGAN 1 Aruan, Dyna Grace Romatua; Purba, Ivan Elisabeth; Sinaga, Taruli Rohana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia kasus Covid-19 bertambah setiap hari. Kehadiran Covid-19 memiliki dampak kesehatan yang cukup besar bagi masyarakat. Penyebaran virus Covid-19 bisa terjadi bila bagian tubuh kita kontak langsung dengan seseorang yang terkena virus ini atau barang-barang yang telah tercemar virus Covid-19. Usaha pencegahan sangat perlu ditingkatkan tujuannya agar masyarakat tidak menganggap bahwa wabah ini bukan sekedar pandemi biasa. Salah satu upaya pencegahan yaitu menyemprotkan cairan desinfektan di lingkungan seperti di tempat rumah ibadah. Cairan desinfektan merupakan bahan kimia yang bisa membasmi mikroorganisme, bakteri/virus tanpa memerlukan bilasan air. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah menekan atau memperkecil terjadinya penyebaran penularan virus covid-19 dengan cara menyemprotkan cairan desinfektan kesetiap bagian tempat rumah ibadah seperti didalam ruangan, bagian bawah kursi, mimbar, ruang kantor, toilet, bagian halaman rumah ibadah. Selain itu mengingatkan dan mengedukasi pimpinan jemaat melihat bahaya covid-19 dan cara agar kita tidak tertular, serta cara bagaimana menekan angkat penyebaranan virus ini. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah mensosialisasikan kepada kepada desa dan pimpinan rumah ibadah GBKP Budi Luhur Jalan Budi Luhur Lk. 1 Medan untuk dilakukan penyemprotan cairan desinfektan. Mengingat keterbatasan tenaga penyemprot dan cairan desinfektan diperlukan komunikasi, informasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai covid-19 kepada pimpinan gereja untuk upaya pencegahan penularan dan penekanan penyebaran virus covid-19 sehingga pengetahun yang diperoleh dapat diinformasikan kepada keluarga dan masyarakat disekitar lingkungannya dalam upaya pencegahan penularan dan penekanan angka penyebaran virus Covid-19.
SOSIALISASI VAKSIN COVID-19 PADA KELOMPOK LANJUT USIA DI DUSUN 14 DESA PEMATANG JOHAR KECAMATAN LABUHAN DELI Silitonga, Erwin; Sinaga, Taruli Rohana; Ningsih, Siska Dwi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capaian imunisasi covid 19 pada Lansia masih relatif rendah, padahal seperti banyak diketahui, bahwa dalam situasi pandemi, Lansia menjadi kelompok paling rentan jika terinfeksi Covid-19. Data Puskesmas Pematang Johar sampai 30 Juli 2021 berkaitan tentang Lansia dan penerima vaksin dari 3 dusun (Dusun 2, 13 dan 14), jumlah Lansia 64 orang namun yang sudah vaksin hanya 29 orang (45%). Tujuan sosialisasi tentang vaksin pada Lansia adalah: memberi pemahaman tentang pentingnya vaksin dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, menyadarkan Lansia agar dengan sukarela mau menerima vaksin, mengajarkan Lansia hal-hal yang harus dilakukan apabila mereka mempunyai penyakit penyerta dan mengajak para Lansia agar memotivasi anggota keluarganya untuk ikut vaksin. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara sosialisasi langsung pemaparan meteri dan selanjutnya diskusi tanya jawab. Pada saat sosialisasi banyak pertanyaan para Lansia yang memang menunjukkan ketidakpahaman mereka tentang vaksin covid 19 ini. Mereka takut dengan berbagai informasi yang mereka dengar dari media cetak maupun elektronik berkaitan dengan banyaknya berita yang ikut vaksin menjadi sakit dan bahkan meninggal dunia. Peserta yang hadir 10 orang dan yang belum vaksin ada 5 orang, setelah selesai sosialisasi para Lansia yang belum vaksin sudah memahami apa yang dijelaskan, namun para penulis masih melihat ada keraguraguan pada Lansia tersebut. Hal ini dirasakan penulis ketika mereka ditanya apakah nanti kalau ada jadwal vaksin akan ikut vaksin?. Setelah dievaluasi ternyata satu orang yang menjawab pasti akan vaksin, sedangkan yang lain masih belum memastikan dengan berbagai alasan. Saran penulis agar sosialisasi tentang vaksin ini harus tetap digalakkan dan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat, kunjungan secara langsung, hendaknya ada tim kesehatan khusus bagi para Lansia yang mempunyai penyakit penyerta dan membina para Lansia sebagai duta dalam memberi informasi tentang vaksin kepada anggota keluarga maupun masyarakat sekitarnya.
EDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN REMAJA PADA KADER POSYANDU REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS KELAS 1 MEDAN Ningsih, Siska Dwi; Silitonga, Erwin; Sinaga, Taruli Rohana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan pada remaja memberikan dampak negatif dari segi kesehatan fisik maupun psikologis. Masalah kesehatan fisik anak-anak dan gejala psikosomatik. Psikosomatik adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran mempengaruhi tubuh, hingga memicu munculnya keluhan fisik, seperti sakit kepala, kelelahan, sakit perut dan sakit kepala. Masalah psikologis diantaranya harga diri yang rendah, perasaan depresi, kecemasan social, gangguan tidur, rendahnya efikasi diri, kesepian, keputusasaan dan ide bunuh diri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mempersiapkan atau melatih Kader Posyandu Remaja untuk mengerti dan memahami tentang pentingnya edukasi pencegahan kekerasan pada remaja serta mempraktikkan kepada teman sebayanya Di Lembaga Pembinaan Khusus Kelas 1 Medan. Adapun metode pengabdian masyarakat ini dengan edukasi pada pencegahan kekerasan remaja Di Lembaga Pembinaan Khusus Kelas 1 Medan dalam bentuk ceramah dan Tanya jawab serta menonton video asertitve dalam praktik konseling. Hasil Pengabdian masyarakat ini adalah menambah pengetahuan kader posyadu remaja untuk lebih mengerti, memahami bentuk-bentuk perilaku kekerasan pada remaja, dan faktor yang melatarbelakangi serta melakukan komunikasi assertif dalam praktik konseling untuk teman-temannya. Diharapkan setelah dilakukan edukasi pencegahan ini kader posyandu remaja di Di Lembaga Pembinaan Khusus Kelas 1 Medan pengetahuannya semakin meningkat dan mampu mempraktikkannya secara mandiri.
Manajemen Daerah Aliran Sungai Berbasis Masyarakat Di Daerah Aliran Sungai Wampu Kabupaten Langkat Damanik, Rani Kawati; Sinaga, Taruli Rohana; Sipayung, Apriska Dewi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) yang merupakan bagian penting dari pelaksanaan pembangunan wilayah. Pengelolaan keseluruhan daerah kuasa (regime) sungai yang menjadi alur pengatus (drainage) utama adalah target utama pelaksanaan. Permasalahan DAS yang menurun dapat menyebabkan banjir, kekeringan, erosi dan sedimentasi, pencemaran air sungai hulu dan hilir belum optimal. Tata pengelolaan yang baik pada daerah DAS sangat diperlukan karena pada hakekatnya kerusakan sumber daya alam yang terjadi sering disebabkan karena tata pengelolaan yang buruk (bad governance). Rencana program memanfaatkan DAS harus mengacu pada visi pengelolaan sumber daya air tahun 2011-2030 yaitu “Sumber daya air terkelola secara adil, menyeluruh, terpadu, dan berwawasan lingkungan untuk kesejahteraan masyarakat”, dan misi pengelolaan sumber daya air : Dapat meningkatkan konservasi sumber daya air secara terus menerus, mendayagunakan sumber daya air untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat, mengendalikan dan mengurangi sumber daya air yang rusak, meningkatkan peran masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan Sumber Daya Alam, membangun jaringan sistem informasi antar sektor dan antarwilayah. Sehingga diharapakan masyarakat melakukan manajemen di daerah aliran sungai Wampu Kabupaten Langkat sehingga masyarakat tidak mengalami kekeringan dan banjir.
VCT Mobile dan Test Rapid HIV Dalam Pendeteksian Dini Virus HIV Mobile VCT and HIV Rapid Test for Early Detection of the HIV Virus Sinaga, Janno; Evi Martina, Siska; Gultom, Rumondang; Sinaga, Taruli Rohana; Awidiyah; Gultom, Tiur Y.M
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit yang ditularkan melalui perilaku, antara lain perilaku berhubungan seks berganti – ganti pasangan, penggunaan jarum suntik yang sudah terinfeksi secara bergantian, transfusi darah yang mengandung HIV, penularan dari ibu hamil pada janin yang dikandungya melalui cairan ASI ketika menyusui bayinya dan melalui alat tato ataupun tindik telinga yang tercemar HIV dan digunakan secara bergantian.Berbagai upaya telah dilakukan, salah satu upaya untuk mengetahui status seseorang sudah terinfeksi HIV atau belum melalui yaitu dengan deteksi dini atau Tes/Pemeriksaan dan Konseling HIV (TKHIV). Tujuan umum : mempromosikan perubahan perilaku yang dapat mengurangi resiko penyebaran infeksi HIV ; Khusus : Menurunkan jumlah ODHA, Mempercepat diagnosa HIV, Meningkatkan Penggunaan layanan kesehatan dan mencegah infeksi lain, Meningkatkan perilaku hidup sehat. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian gabungan yaitu metode penelitian dengan mengkombinasikan antara penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif dan berupa wawancara dengan informan. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 25 orang informan yang terdiri dari 6 orang informan pelaksana. 19 orang informan klien dari luar.
PEMANFAATAN TANAMAN BAYAM DAN KAILAN UNTUK MENINGKATKAN PEMASUKAN MASYARAKAT MEKAR JAYA KABUPATEN LANGKAT Fikrih, Rezza; Sitohang, Rosina; Sinaga, Taruli Rohana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayuran adalah tanaman hortikultura yang pada umumnya mempunyai umur yang relatif pendek, yaitu kurang dari setahun, dan pada umumnya bukan tanaman musiman. Tanaman bayam merupakan salah satu tanaman sayuran yang dapat tumbuh di dataran tinggi maupun rendah. Bayam merupakan bahan pangan sumber protein, vitamin A dan C serta vitamin B dan mengandung garam-garam mineral seperti kalsium, fospor, dan zat besi. Bayam bermanfaat untuk memperbaiki daya kerja ginjal dan melancarkan pencernaan. Tanaman kailan merupakan sayuran yang memiliki nilai jual yang tinggi. Kailin banyak mengandung vitamin dan mineral yang berguna untuk memelihara kesehatan tubuh. Kailan memiliki manfaat untuk mencegah terjadinya sakit sariawan, dan untuk memperlancar buang air besar. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan informasi dan edukasi pemanfaatan tanaman bayam dan kailan untuk meningkatkan pemasukan masyarakat mekar jaya kabupaten langkat. Hasil kegiatan Pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan tanaman bayam dan kailan untuk meningkatkan pemasukan masyarakat mekar jaya kabupaten langkat. Di mana tanaman bayam dan kailan memiliki nilai jual yang tinggi.
Co-Authors Adiansyah Agnes Purba Antonius Wilson, Antonius Wilson Aritonang, Ester Taruli Awidiyah Br Purba, Hana Ike Dameria Brahmana, Netti Brahmana, Netti Etalia Br. Brahmana, Nettietalia Br Brahmana, Nettietalia Br. Dalsabilah, Sobrina Damanik, Rani Kawati Daniel Ginting Dyna Grace Romatua Aruan Elisabeth Purba, Ivan Erwin Silitonga Evi Martina, Siska Fikarwin Zuska Fikrih, Rezza Frida Lina Tarigan, Frida Lina Gea, Dermawani Gultom, Rumondang Gultom, Tiur Y.M Hamonangan, Jan Effendi Handani, Myrnawati Crie Handini, Myrnawaty Crie Harahap, Diana Harefa, Kurniaman Heru Santoso Hestina Hia, Ermelinda Hidayat, Wisnu Hokkop Perawati Sinaga Hutahaean, Sri Hartati Rahayu Lambok Isnaeni, Lira Mufti Azzahri Itoleleng Naibaho, Nursyah Lasria Kartika Lestari, Ayuning Lina Tarigan, Frida Lumbangaol, Fernando Manalu, Vivi Sumanti Manihuruk, Agatha Cornelia Manurung, Jasmen Manurung, Kesaktian Martina, Siska Evi Modesta, Intan Monica, Yohana Munthe, Seri Asnawati Mutia, Lany MYRNAWATI CRIE HANDINI Nababan, Donal Nainggolan, Christina Roos Etty Ningsih, Siska Dwi Nora, Elvita Pardede, Jek Amidos Parlindungan Purba, Parlindungan Priltius, Natanael Purba, Agnes Purba, Agustinus Hamonangan Winston Purba, Lidya Purba, Sri Dearmaita Rahmat Alyakin Dakhi Rajagukguk, Desy Lustiyani Roslianizar, Syarifah Sapnita, Sapnita Sembiring, Rinawati Sembiring, Rinawati Siagian, Mindo Tua Sianipar, Artha Yuliana Silalahi, Hotnida Estirawaty Silitonga, Evawani M. Simamora, Martalena Simaremare, Dedi Santina Simaremare, Hizkia Sinaga, Janno Sinaga, Lia Rosa Veronika Sipayung, Apriska Dewi Sirait, Asima Siregar, Andi Putra Siregar, Laura Siregar, Rinco Sitohang, Rosina Sitorus, , Mido Ester J. Sitorus, Mido Ester Sri Dearmaita Purba Tambunan, Formaida Tarigan, Yenni Gustiani Thaib, Cut Masyithah Toni Wandra Tua Siagian, Mindo Uhur, Bunga Utama, Indra