Peningkatan kompetensi pedagogik guru menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan dan tuntutan pembelajaran inovatif di madrasah ibtidaiyah. Namun, pengelolaan Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai wadah pengembangan profesional seringkali belum dioptimalkan melalui sistem manajemen mutu yang terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen mutu Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam membuat perlengkapan pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kabupaten Subang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, meliputi kepala madrasah, ketua KKG, pengawas, dan 20 guru yang aktif mengikuti kegiatan KKG. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen mutu KKG telah dilaksanakan melalui siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA). Pada tahap perencanaan, program disusun berdasarkan analisis kebutuhan guru. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui workshop kolaboratif dan pendampingan praktik penyusunan perangkat pembelajaran. Evaluasi dan monitoring dilakukan melalui refleksi kolektif dan supervisi, meskipun indikator mutu belum sepenuhnya terstandar secara kuantitatif. Tindak lanjut dilakukan melalui perbaikan program dan peer mentoring. Secara keseluruhan, manajemen mutu KKG efektif meningkatkan kompetensi pedagogik guru apabila dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan indikator mutu berbasis kuantitatif, menguji efektivitas model manajemen KKG melalui pendekatan kuantitatif atau mixed-method, serta memperluas konteks penelitian pada berbagai madrasah untuk meningkatkan generalisasi temuan.
Copyrights © 2026