Latar belakang penelitian ini berfokus pada kritik Byung-Chul Han terhadap eksistensi dalam masyarakat modern yang semakin terhubung melalui teknologi digital. Han mengemukakan bahwa dunia yang semakin terhubung mengarah pada hilangnya kedalaman dalam pengalaman hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak keterhubungan digital terhadap kualitas eksistensi manusia serta untuk mengkaji bagaimana kecepatan dan transparansi dalam masyarakat modern dapat mempengaruhi kedalaman pengalaman hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif melalui kajian literatur yang mencakup analisis terhadap teori-teori Byung-Chul Han dan beberapa pemikir lainnya mengenai fenomena ini. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masyarakat modern yang terhubung tanpa henti cenderung kehilangan ruang untuk introspeksi dan refleksi diri yang merupakan elemen penting dalam eksistensi manusia. Keterhubungan digital yang intens mengurangi kedalaman hubungan antar individu dan memicu perasaan keterasingan, meskipun secara fisik terhubung dengan banyak orang. Penelitian ini berkontribusi untuk memperjelas bagaimana teknologi dapat mempengaruhi kualitas hidup manusia dan mengingatkan akan pentingnya keseimbangan antara keterhubungan dan waktu untuk refleksi pribadi dalam mencapai kehidupan yang bermakna.
Copyrights © 2025