Penelitian ini mengkaji pengaruh literasi keuangan digital terhadap resiliensi keuangan keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui peran perilaku penggunaan platform teknologi finansial dan loyalitas platform. Penelitian menggunakan pendekatan survei kuantitatif terhadap 30 anggota Dharma Wanita Persatuan yang berafiliasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Mojokerto. Seluruh responden merupakan perempuan yang berperan sentral dalam pengelolaan keuangan keluarga dan secara aktif menggunakan minimal dua aplikasi fintech. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan prosedur bootstrapping sebanyak 5.000 resampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan digital berpengaruh signifikan dan kuat terhadap perilaku penggunaan platform fintech (β = 0,852; t = 27,649; p < 0,001). Namun, literasi keuangan digital tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap resiliensi keuangan keluarga (β = 0,203; t = 0,983; p = 0,163). Perilaku penggunaan platform fintech berpengaruh signifikan terhadap loyalitas platform (β = 0,514; t = 4,641; p < 0,001), sedangkan loyalitas platform tidak berpengaruh signifikan terhadap resiliensi keuangan keluarga dan menunjukkan arah hubungan negatif (β = –0,079; t = 0,298; p = 0,383). Sebaliknya, variabel kontrol berupa tingkat pendapatan keluarga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi keuangan keluarga (β = 0,495; t = 3,380; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan digital lebih berperan dalam membentuk perilaku penggunaan fintech dibandingkan secara langsung meningkatkan resiliensi keuangan, serta mengindikasikan adanya potensi loyalty paradox dalam pemanfaatan platform fintech oleh keluarga ASN
Copyrights © 2026