Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Literasi Keuangan Sejak Dini Dengan Metode Storytelling di Sekolah Dasar Depok Utie, Maulida Salmi; Walidain, Birrul; Windiarti, Faris; Tamimi, Yusrina Alyani; Lisnawati, Rika; Safitri, Nurfala; Alyssa, Heidy Puspa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i1.1143

Abstract

Financial Literacy is the knowledge, skills, and beliefs that influence attitudes and behaviors to improve the quality of decision-making and financial management to achieve the financial welfare of the community. Instilling financial literacy at school age will leave a mark on their memories. Financial literacy provided in schools has an impact on adulthood where the child has provisions in understanding financial literacy which will later become provisions to face financial problems. The purpose of the PKM (Community Service) Financial Literacy Program is to provide financial knowledge skills from an early age and shape the character of financially disciplined people when they grow up. This activity was carried out at SDIT At-Taufiq. Using the storytelling method. The results showed that students were very enthusiastic about learning about the meaning of saving, and we provided literacy such as financial discipline, budgeting, needs, and desires.ABSTRAKLiterasi Keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat. Penanaman literasi keuangan di usia sekolah akan membekas dalam ingatan individu. Literasi keuangan yang diberikan di sekolah berdampak pada usia dewasa dimana sang anak mempunyai bekal dalam memahami literasi keuangan yang nantinya akan menjadi bekal untuk menghadapi masalah keuangan. Tujuan dari Program PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) adalah membekali keterampilan pengetahuan keuangan sejak dini dan membentuk karakter masyarakat disiplin keuangan ketika dewasa nanti. Program ini dilakukan di SDIT At-Taufiq. Dengan menggunakan metode storytelling. Kegiatan  literasi ini menggunakan presentasi yang hasil kegiatan menunjukkan bahwa para siswa/i sangat antusias mereka mengetahui tentang arti menabung dan kami memberikan literasi seperti disiplin keuangan, penganggaran, kebutuhan, dan keinginan.
Motivasi Ibu Rumah Tangga Memilih Emas sebagai Instrumen Investasi Syariah Tamimi, Yusrina Alyani; Lisnawati, Rika; Alyssa, Heidy Puspa
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wska3583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi ibu rumah tangga dalam memilih emas sebagai instrumen investasi syariah dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Prosedur penelusuran dilakukan melalui beberapa database artikel ilmiah menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik penelitian. Tahapan seleksi mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), meliputi identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, hingga penetapan artikel yang dianalisis. Dari seluruh artikel yang ditemukan pada tahap awal, hanya 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan fokus penelitian, kesesuaian konteks investasi syariah, serta keselarasan dengan populasi sasaran yaitu ibu rumah tangga. Hasil sintesis menunjukkan bahwa motivasi ibu rumah tangga dalam memilih investasi emas dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu: (1) stabilitas nilai dan kemampuan emas menjaga daya beli terhadap inflasi, (2) kepatuhan terhadap prinsip syariah yang memberikan rasa aman dan bebas riba, (3) kemudahan akses dan transaksi melalui layanan digital, (4) kebutuhan perencanaan keuangan keluarga jangka panjang, (5) pengaruh lingkungan sosial dan budaya yang menempatkan emas sebagai simbol nilai ekonomi, serta (6) tingkat literasi keuangan syariah yang mendorong pemahaman lebih baik terhadap manfaat investasi. Temuan ini menegaskan bahwa emas merupakan instrumen investasi yang paling dipercaya dan sesuai dengan karakteristik ibu rumah tangga karena sifatnya yang aman, likuid, terjangkau, serta memiliki makna religius. Penelitian ini berkontribusi dengan memberikan wawasan bagi lembaga keuangan syariah untuk mengembangkan edukasi dan produk investasi emas yang lebih inklusif, ramah perempuan, dan mudah diakses melalui teknologi. Motivations of Housewives in Choosing Gold as a Sharia-Compliant Investment Instrument Abstract This study aims to analyze the motivation of housewives in selecting gold as a sharia-compliant investment instrument using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The article search process was conducted through several scholarly databases using keywords relevant to the research topic. The selection procedure followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines, including identification, screening, eligibility assessment, and final inclusion. Out of all articles initially retrieved, only 15 studies met the inclusion criteria based on research focus, relevance to sharia investment, and alignment with the target population, namely housewives. The synthesis results indicate that the motivation of housewives to invest in gold is influenced by six key factors: (1) value stability and the ability of gold to protect purchasing power against inflation, (2) compliance with sharia principles that ensures security and freedom from riba, (3) accessibility and transaction convenience through digital services, (4) long-term family financial planning needs, (5) socio-cultural influences that position gold as a symbol of economic value, and (6) the level of sharia financial literacy that enhances understanding of investment benefits. These findings reaffirm that gold is perceived as the most trusted and favorable investment instrument for housewives due to its safety, liquidity, affordability, and religious significance. This study contributes insights for Islamic financial institutions to develop more inclusive gold investment education programs and products that are women-friendly and easily accessible through technology.
Integrasi Literasi Digital Security, Edukasi Pinjaman Online Ilegal, dan Sosialisasi Waste Management dalam Pengembangan UMKM Binaan Yayasan Bina Mulia Depok Warsini, Sabar; Alyssa, Heidy Puspa; Aminah, Indianik; Ingriyani, Lini; Khotimah, Fajriana Khusnul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/p2nz8e55

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam ekonomi nasional dengan kontribusi 61% terhadap PDB, namun masih menghadapi tantangan dalam literasi keuangan digital dan maraknya pinjaman online ilegal yang mengancam keberlanjutan usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap keamanan digital, risiko pinjaman ilegal, serta memperkenalkan prinsip pengelolaan sampah berbasis 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot) sebagai bagian dari pengembangan usaha berkelanjutan. Program dilaksanakan dengan pendekatan Service Learning melalui pelatihan interaktif kepada 50 pelaku UMKM sektor makanan dan minuman binaan Yayasan Bina Mulia, Kota Depok. Materi disampaikan oleh narasumber ahli dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dilengkapi dengan penyerahan modul pelatihan untuk implementasi mandiri. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan metode N-Gain, yang menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 77,61% dan tergolong efektif. Peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam memahami legalitas pinjaman online, perlindungan data pribadi, dan kesadaran lingkungan melalui pengelolaan limbah usaha. Kegiatan ini mengidentifikasi tantangan implementasi seperti keterbatasan akses digital dan ruang usaha, yang diatasi melalui strategi pendampingan berkelanjutan dan sistem dukungan terstruktur. Dampak jangka panjang yang diharapkan mencakup peningkatan daya saing UMKM melalui stabilitas finansial dan akses ke green financing, serta keberlanjutan lingkungan melalui praktik ramah lingkungan yang meningkatkan brand image dan efisiensi operasional. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif terpadu dengan dukungan pasca-pelatihan mampu membentuk literasi digital dan kesadaran berkelanjutan untuk pengembangan UMKM yang tangguh dalam konteks ekonomi digital dan tantangan lingkungan global. Integration of Digital Security Literacy, Illegal Online Loan Education, and Waste Management Socialization in The Development of MSMEs Assisted by The Bina Mulia Depok Foundation Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the national economy, contributing 61% to GDP, yet they still face challenges in digital financial literacy and the proliferation of illegal online loans that threaten business sustainability. This community service activity aims to enhance MSMEs' understanding of digital security, illegal loan risks, and introduce waste management principles based on 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot) as part of sustainable business development. The program was implemented using a Service Learning approach through interactive training for 50 food and beverage sector MSME operators under Yayasan Bina Mulia, Depok City. Materials were delivered by expert speakers from the Financial Services Authority (OJK) and the National Research and Innovation Agency (BRIN), complemented by training module distribution for independent implementation. Evaluation was conducted through pre-test and post-test using the N-Gain method, showing a 77.61% improvement in understanding, categorized as effective. Participants demonstrated significant improvement in understanding online loan legality, personal data protection, and environmental awareness through business waste management. This activity identified implementation challenges such as limited digital access and business space, which were addressed through continuous mentoring strategies and structured support systems. Expected long-term impacts include enhanced MSME competitiveness through financial stability and access to green financing, as well as environmental sustainability through eco-friendly practices that improve brand image and operational efficiency. This program demonstrates that an integrated educational approach with post-training support can build digital literacy and sustainability awareness for resilient MSME development in the context of the digital economy and global environmental challenges.