Peningkatan limbah pakaian akibat pola konsumsi fast fashion menjadi permasalahan lingkungan yang juga terjadi di tingkat desa. Di Desa Pinang Banjar, limbah pakaian belum dimanfaatkan secara optimal dan perempuan belum memiliki keterampilan untuk mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan melalui pelatihan pengolahan limbah pakaian menjadi keset dan lap dapur. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung, disertai observasi dan diskusi reflektif. Kegiatan diikuti oleh 10 ibu rumah tangga dan remaja perempuan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai teknik produksi dan potensi ekonomi produk. Peserta mampu memproduksi secara mandiri serta menunjukkan peningkatan motivasi berwirausaha. Program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas produktif perempuan dan berpotensi berkembang menjadi usaha mikro berbasis ekonomi sirkular dengan dukungan pendampingan lanjutan dan akses pasar.
Copyrights © 2026