Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol. 2 No. 4 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Analisis Sistem Persediaan Barang Pada Toko Singer Menggunakan Metode Fifo, Metode Lifo, Dan Metode Average

Naila Khaerunnisa (Unknown)
Siswiyanti (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Apr 2026

Abstract

Companies need to pay attention to determining the appropriate method for valuing merchandise inventory, which is useful for ascertaining the inventory value in a certain period and for determining the cost of goods sold (COGS) that will ultimately impact the company’s profit acquisition. Inventory is a vital element in a store's operational activities. Proper inventory management will help the company maintain service continuity to customers, reduce the risk of stockouts, and optimize storage costs. Inventory is an important component in store operations that affects the smooth flow of service and financial recording. This study aims to analyze the ending inventory value, cost of goods sold (COGS), and gross profit at Toko Singer using three inventory valuation methods: FIFO (First-In, First-Out), LIFO (Last-In, First-Out), and Average (rata-rata). The data used is the sales and purchase data of cooking ingredients during February 2025. The analysis results indicate that the FIFO method yields the lowest ending inventory value at Rp7,000,000, the highest COGS at Rp41,500,000, and the lowest gross profit at Rp8,000,000. The LIFO method provides the highest ending inventory value at Rp8,000,000, the lowest COGS at Rp40,500,000, and the highest gross profit at Rp9,000,000. The Average method produces intermediate values between the two other methods, with an ending inventory of Rp7,461,400, COGS of Rp41,038,600, and a gross profit of Rp8,461,400. Based on the comparative results, the FIFO method is recommended as the best method to be implemented at Toko Singer because it better reflects the actual physical flow of goods, consistent with the practice of retail stores selling consumer goods. Despite resulting in a lower reported profit, this method is considered more accurate and aligns with applicable accounting standards. The selection of the appropriate method will affect the financial statements, especially in recording the cost of goods sold and the ending inventory value. It is essential for business actors, including small and medium-sized stores, to understand the impact of each method on their accounting information system and business financial performance.   Keywords : Average, FIFO, Cost of Goods Sold, Gross Profit, LIFO, Inventory.   Abstrak Perusahaan perlu memperhatikan dalam menentukan metode yang tepat untuk penilaian persediaan barang dagang yang berguna untuk mengetahui nilai persediaan barang dagang pada periode tertentu dan untuk menentukan harga pokok penjualan barang dagang yang nantinya akan berdampak pada perolehan laba perusahaan. Persediaan barang merupakan salah satu elemen penting dalam kegiatan operasional suatu toko. Pengelolaan persediaan yang tepat akan membantu perusahaan menjaga kontinuitas pelayanan kepada pelanggan, mengurangi risiko kehabisan stok, serta mengoptimalkan biaya penyimpanan. Persediaan barang merupakan komponen penting dalam operasional toko yang mempengaruhi kelancaran pelayanan dan pencatatan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai persediaan akhir, harga pokok penjualan (HPP), dan laba kotor pada Toko Singer dengan menggunakan tiga metode penilaian persediaan, yaitu FIFO (First In First Out), LIFO (Last In First Out), dan Average (rata-rata). Data yang digunakan adalah data penjualan dan pembelian bahan masakan selama bulan Februari 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode FIFO menghasilkan nilai persediaan akhir terendah sebesar Rp7.000.000, HPP tertinggi sebesar Rp41.500.000, dan laba kotor terendah sebesar Rp8.000.000. Metode LIFO memberikan nilai persediaan akhir tertinggi sebesar Rp8.000.000, HPP terendah sebesar Rp40.500.000, serta laba kotor tertinggi sebesar Rp9.000.000. Metode Average menghasilkan nilai tengah dari kedua metode lainnya, dengan persediaan akhir sebesar Rp7.461.400, HPP sebesar Rp41.038.600, dan laba kotor sebesar Rp8.461.400. Berdasarkan hasil perbandingan, metode FIFO direkomendasikan sebagai metode terbaik untuk diterapkan di Toko Singer karena lebih mencerminkan arus keluar-masuk barang secara nyata, sesuai dengan praktik toko ritel yang menjual barang konsumtif. Meskipun menghasilkan laba lebih rendah, metode ini dianggap lebih akurat dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Pemilihan metode yang tepat akan mempengaruhi laporan keuangan, terutama dalam pencatatan harga pokok penjualan dan nilai akhir persediaan. Penting bagi pelaku usaha, termasuk toko-toko skala kecil dan menengah, untuk memahami dampak dari masing-masing metode terhadap sistem informasi akuntansi dan performa keuangan usaha mereka.   Kata Kunci: Average, FIFO, Harga Pokok Penjualan, Laba Kotor, LIFO, Persediaan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sinergi

Publisher

Subject

Aerospace Engineering Humanities Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Education Environmental Science Health Professions Immunology & microbiology Physics Social Sciences

Description

Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah publikasi ilmiah yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran gagasan, riset, serta temuan ilmiah yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, guna memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah global. Jurnal ...