JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
Vol 10, No 2 (2026): April

PENGEMBANGAN SENTRA AGROFORESTRY TOURISM BERBASIS BUAH PREMIUM DAN SISTEM PERTANIAN-PETERNAKAN MODERN BERTEKNOLOGI SMART FARMING

I Wayan Sukra Warpala (Jurusan Biologi dan Prikanan Kelautan, Universitas Pendidikan Ganesha)
Nyoman Santiyadnya (Jurusan Teknik Industri, Universitas Pendidikan Ganesha)
Ni Made Suci (Jurusan Manajemen, Universitas Pendidikan Ganesha)
I Dewa Gede Aristana (Jurusan Bisnis Digital, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia)
Ida Bagus Putu Mardana (Jurusan Fisika dan Pengajaran IPA, Universitas Pendidikan Ganesha)
Ni Kadek Cinta Eka Putri Jayanti (Jurusan Fisika dan Pengajaran IPA, Universitas Pendidikan Ganesha)
Gede Arya Amerta (Jurusan Fisika dan Pengajaran IPA, Universitas Pendidikan Ganesha)
Gede Darmika Yasa (Jurusan Fisika dan Pengajaran IPA, Universitas Pendidikan Ganesha)
I Komang Restu Widi Artha (Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung)
Anak Agung Gde Suyoga Wiguna (Jurusan Fisika, Institut Teknologi Bandung)



Article Info

Publish Date
02 Apr 2026

Abstract

Abstrak: Kabupaten Buleleng, Bali memiliki potensi pertanian dan kehutanan yang besar, namun belum dioptimalkan secara terpadu sebagai basis ekonomi pariwisata berkelanjutan. Desa Selat–Sukasada menghadapi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, rendahnya adopsi teknologi pertanian, serta belum terintegrasinya sistem tani-ternak dan ekowisata hutan. Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) bertujuan meningkatkan hardskill dan softskill mitra dalam pengelolaan agroforestry tourism dan sistem tani-ternak multilayer berbasis smart farming. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan pendampingan kepada Kelompok Pengelola Hutan Desa Selat dan Kelompok Tani-Ternak Dharma Wiguna yang melibatkan 60 orang. Evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan dan pre–post assessment menggunakan 15 butir soal. Hasil program menunjukkan peningkatan hardskill sebesar 38%, pemahaman pengelolaan wisata edukatif sebesar 42%, serta nilai ekonomi usaha tani-ternak dan HHBK sebesar 27%.Abstract: Buleleng Regency, Bali has significant agricultural and forestry potential, yet it has not been optimally integrated as a sustainable tourism-based economic resource. Selat–Sukasada Village faces limited human resource capacity, low adoption of agricultural technology, and weak integration between crop–livestock systems and forest ecotourism. This Fostered Village Empowerment Program aimed to enhance partners’ hard and soft skills in managing agroforestry tourism and multilayer crop–livestock systems based on smart farming. The program was implemented using the Participatory Action Learning System (PALS) through socialization, training, technology application, and mentoring involving 60 members of the Selat Village Forest Management Group and Dharma Wiguna Farmer–Livestock Group. Evaluation was conducted through field observation and pre–post assessments using 15 questionnaire items. The results showed a 38% increase in technical skills, a 42% improvement in understanding of educational tourism management, and a 27% increase in the economic value of crop–livestock and non-timber forest products.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jmm

Publisher

Subject

Other

Description

JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research ...