enis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan subjek penelitian dialakukan dengan memberikan angket self efficacy kepada 23 siswa kelas VII, selanjutnya pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan komunikasi matematis materi perbandingan ini diberikan kepada 6 subjek serta tes wawancara.Hasil penelitian kemampuan komunikasi matematis siswa ditinjau dari self efficacy yaitu dari keenam subjek menunjukkan hasil yang berbeda-beda. berdasarkan hasil analisis hasil tes secara lisan dan tulisan datri 4 indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu (1) menyatakan suatu situasi, gambar, diagram, atau benda nyata dalam bahasa, simbol, ide, atau model matematika; (2) menjelaskan ide, situasi, dan relasi matematika secara lisan atau tulisan; (3) membaca dengan pemahaman suatu representasi matematika tertulis, dan (4) mengungkapkan kembali suatu uraian atau paragraf matematika dalam bahasa sendiri Dua subjek dengan self efficacy tinggi yaitu ST1 dapat memenuhi 4 indikator dari 4 indikator kemampuan komunikasi matematis, sedangkan subjek ST2 hanya mampu memenuhi 2 indikator, selanjutnya subjek sedang yaitu Subjek SS1 mampu memenuhi 3 indikator dan subjek SS2 hanya mampu memenuhi 2 indikator, serta subjek dengan self efficacy rendah yaitu SR! dan SR2 tidak mampu memenuhi indikator apapun dari 4 indikator kemampuan komunikasi matematis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat self efficacy tidak selamanya berbanding lurus dengan kemampuan komunikasi matematika, tetapi self efficacy yang tinggi terhadap matematika akan mempengaruhi meningkatnya kemampuan komunikasi matematis siswa karena dapat membuat siswa memiliki sikap positif terhadap matematika dalam menghadapi/menyelesaikan permasalahan matematika.
Copyrights © 2023