Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman ketuhanan Yesus Kristus dalam pemikiran Wolfhart Pannenberg dan relevansinya dalam menghadapi tantangan global kontemporer seperti sekularisasi, pluralisme agama, dan relativisme nilai. Pannenberg memahami ketuhanan Yesus secara historis-eschatologis, di mana kebangkitan Kristus menjadi dasar pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan yang menyatakan diri Allah dalam sejarah universal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka terhadap karya-karya utama Pannenberg (Systematic Theology, Jesus—God and Man) dan literatur pendukung baik dari teolog internasional maupun Indonesia seperti Karl Barth, Jürgen Moltmann, Eka Darmaputera, dan Stephen Tong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ketuhanan Yesus menurut Pannenberg membuka ruang bagi dialog antara iman dan rasio, serta menghadirkan model teologi kontekstual yang mampu menjawab tantangan global dengan tetap berakar pada pengakuan iman kristiani.
Copyrights © 2026