Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V sekolah dasar masih didominasi oleh metode ceramah dan diskusi, sehingga pengalaman belajar langsung siswa belum optimal. Kondisi tersebut berdampak pada kurang mendalamnya pemahaman konsep, meskipun siswa menunjukkan keaktifan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan dan implementasi model pembelajaran IPAS berbasis experiential learning serta kontribusinya terhadap pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Model pembelajaran dikembangkan berdasarkan empat tahapan experiential learning, yaitu pengalaman konkret, refleksi, pembentukan konsep, dan penerapan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan mampu mengarahkan keaktifan siswa menjadi pengalaman belajar yang lebih terstruktur dan bermakna. Pemahaman siswa mengalami peningkatan yang ditunjukkan melalui kemampuan menjelaskan konsep dengan bahasa sendiri, menyimpulkan hasil kegiatan, serta mengaitkan materi dengan pengalaman belajar yang diperoleh. Dengan demikian, model pembelajaran IPAS berbasis experiential learning berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026