Menurunnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap permainan tradisional merupakan salah satu tantangan dalam upaya pelestarian budaya lokal sekaligus peningkatan aktivitas fisik masyarakat. Permainan modern dan aktivitas digital yang semakin dominan berkontribusi terhadap berkurangnya interaksi sosial dan aktivitas fisik berbasis kearifan lokal. Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengenalan dan implementasi permainan tradisional Gobak Sodor sebagai media edukatif, rekreatif, dan sosial. Tujuan pengabdian dilaksanakan untuk meningkatkan atau memberikan edukasi pada partisipasi dan kepuasan masyarakat dalam aktivitas fisik, memperkuat nilai kebersamaan, serta mendukung pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari budaya lokal. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif, melalui demonstrasi permainan, pendampingan langsung, dan evaluasi berbasis survei kepuasan peserta. Metode evaluasi menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen angket kepuasan berskala Likert (1-5) yang melibatkan 10 responden. Data dianalisis secara statistik deskriptif untuk memperoleh nilai rata-rata dan indeks kepuasan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan permainan tradisional Gobak Sodor memperoleh indeks kepuasan sebesar 81,1%, yang termasuk dalam kategori puas. Aspek kesenangan bermain, kerja sama tim, dan manfaat aktivitas fisik memperoleh skor tertinggi, sedangkan aspek fasilitas permainan masih memerlukan peningkatan. Secara keseluruhan, kegiatan ini dinilai berhasil dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai model pengabdian masyarakat berbasis permainan tradisional dan kearifan lokal.
Copyrights © 2025