Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Development of Shot Put Learning Media Using Sawdust Material for Grade V Students at Elementary School 003 Loa Janan Ilir, Samarinda City Andi Alif Tunru; Nurdin Arifin; Lisa Handayani; Rahmat Ilahi; Rachmat Hidayat; Musdalifah Ramli
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v14i3.28900

Abstract

The development of shot put learning media using sawdust as the base material represents an innovative approach in physical education aimed at addressing the limitations of shot put learning facilities and infrastructure in schools, particularly for elementary students. This study aims to provide a practical solution to the shortage of equipment in elementary schools and to enhance teachers' creativity in designing learning media that is affordable, easily accessible, and safe for students to use. The research employed a Research and Development (R&D) ADDIE model, which includes the stages of needs analysis, design, development, testing, and evaluation. Data were collected through observations, questionnaires, interviews, and student learning outcome tests conducted before and after the implementation of the media. Data analysis involved descriptive statistics and paired t-tests to measure the effectiveness of the sawdust-based shot put learning media on Grade V students at Elemntary School 003 Loa Janan Ilir. The study’s findings are as follows: 1) The media was developed using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) and proved effective in improving student learning outcomes, 2) The average post-test score significantly increased from 60.5 to 85.3 after using the media, indicating enhanced student understanding and skills, 3) The media was designed using lightweight, inexpensive, and environmentally friendly sawdust, replacing the standard shot put equipment, which is heavy and limited in number, thereby facilitating safe and enjoyable practice of basic shot put techniques, 4) Expert validation of content and media yielded an average feasibility score of 86%, with physical aspects, content relevance, and usability rated as safe, curriculum-aligned, and user-friendly for both teachers and students. Furthermore, the media fosters an active and inclusive classroom environment, boosting student motivation and participation in physical education learning.
Pelatihan Permainan Tradisional Pada Peserta Didik dalam Upaya Melestarikan Budaya Lokal Rahmat Ilahi; Andi Alif Tunru; Yuni Ika Pratiwi; Siti Mutmainah; Rachmat Hidayat
Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/tej0tr55

Abstract

Menurunnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap permainan tradisional merupakan salah satu tantangan dalam upaya pelestarian budaya lokal sekaligus peningkatan aktivitas fisik masyarakat. Permainan modern dan aktivitas digital yang semakin dominan berkontribusi terhadap berkurangnya interaksi sosial dan aktivitas fisik berbasis kearifan lokal. Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengenalan dan implementasi permainan tradisional Gobak Sodor sebagai media edukatif, rekreatif, dan sosial. Tujuan pengabdian dilaksanakan untuk meningkatkan atau memberikan edukasi pada partisipasi dan kepuasan masyarakat dalam aktivitas fisik, memperkuat nilai kebersamaan, serta mendukung pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari budaya lokal. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif, melalui demonstrasi permainan, pendampingan langsung, dan evaluasi berbasis survei kepuasan peserta. Metode evaluasi menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen angket kepuasan berskala Likert (1-5) yang melibatkan 10 responden. Data dianalisis secara statistik deskriptif untuk memperoleh nilai rata-rata dan indeks kepuasan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan permainan tradisional Gobak Sodor memperoleh indeks kepuasan sebesar 81,1%, yang termasuk dalam kategori puas. Aspek kesenangan bermain, kerja sama tim, dan manfaat aktivitas fisik memperoleh skor tertinggi, sedangkan aspek fasilitas permainan masih memerlukan peningkatan. Secara keseluruhan, kegiatan ini dinilai berhasil dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai model pengabdian masyarakat berbasis permainan tradisional dan kearifan lokal.