Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemanfaatan air limbah tahu dengan penambahan sereh wangi sebagai pupuk organik cair Siti Mutmainah
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v1i2.17

Abstract

Salah satu upaya dalam mengurangi penggunaan pupuk kimia dan usaha meningkatkan unsur hara Nitrogen (N), Pospor (P) dan Kalium (K) adalah dengan penggunaan pupuk organik. Salah satu bahan limbah organik yang mudah ditemui dan dapat berdampak buruk bagi lingkungan jika tidak segera diolah adalah air limbah tahu. Salah satu kekurangan dari air limbah tahu adalah memiliki bau tidak sedap, selain itu menurut Kasman (2018) Limbah cair industri tahu umumnya memiliki derajat keasaman (pH), Total Suspended Solids (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD), amoniak, minyak dan lemak, nitrit, dan nitrat yang tinggi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi bau tidak sedap yang dihasilkan dari Pupuk organik cair yang terbuat dari air limbah tahu  adalah dengan menambahkan bahan organik lain. Kurangnya pengetahuan petani/masyarakat sekitar Pabrik Tahu-Tempe skala rumah tangga dalam pengolahan limbah cair pabrik yang dapat menjadi salah satu pendapatan tambahan bagi warga sekitar, salah satu solusi yang dilakukan adalah dengan mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani maupun masyarakat sekitar pabrik tahu-tempe skala rumah tangga dalam mengelola limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair.
Pelatihan Permainan Tradisional Pada Peserta Didik dalam Upaya Melestarikan Budaya Lokal Rahmat Ilahi; Andi Alif Tunru; Yuni Ika Pratiwi; Siti Mutmainah; Rachmat Hidayat
Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/tej0tr55

Abstract

Menurunnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap permainan tradisional merupakan salah satu tantangan dalam upaya pelestarian budaya lokal sekaligus peningkatan aktivitas fisik masyarakat. Permainan modern dan aktivitas digital yang semakin dominan berkontribusi terhadap berkurangnya interaksi sosial dan aktivitas fisik berbasis kearifan lokal. Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengenalan dan implementasi permainan tradisional Gobak Sodor sebagai media edukatif, rekreatif, dan sosial. Tujuan pengabdian dilaksanakan untuk meningkatkan atau memberikan edukasi pada partisipasi dan kepuasan masyarakat dalam aktivitas fisik, memperkuat nilai kebersamaan, serta mendukung pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari budaya lokal. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif, melalui demonstrasi permainan, pendampingan langsung, dan evaluasi berbasis survei kepuasan peserta. Metode evaluasi menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen angket kepuasan berskala Likert (1-5) yang melibatkan 10 responden. Data dianalisis secara statistik deskriptif untuk memperoleh nilai rata-rata dan indeks kepuasan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan permainan tradisional Gobak Sodor memperoleh indeks kepuasan sebesar 81,1%, yang termasuk dalam kategori puas. Aspek kesenangan bermain, kerja sama tim, dan manfaat aktivitas fisik memperoleh skor tertinggi, sedangkan aspek fasilitas permainan masih memerlukan peningkatan. Secara keseluruhan, kegiatan ini dinilai berhasil dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai model pengabdian masyarakat berbasis permainan tradisional dan kearifan lokal.
WASTEWATER WASHING RICE WITH ONION SKIN ON GROWTH AND PRODUCTION OF CHILLIAN PLANTS: LIMBAH AIR CUCIAN BERAS DENGAN KULIT BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT Siti Mutmainah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10 No 1 (2021): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cayenne pepper (C frutescent L.) is one of the leading horticultural commodities in general. Chili fruit also contains many nutrients that are needed for human health including protein, fat, carbohydrates, calcium (Ca), phosphorus (P), iron (Fe), vitamins and contain alkaloid compounds such as capsicum, flavonoids, and essential oils (Adhi Santika, 1996). One type of fertilizer that is known to increase soil nutrients is organic fertilizer. Organic fertilizer in liquid form is one type of fertilizer that can be an option, in addition to facilitating the absorption of nutrients. Based on the results of laboratory analysis, it is known that the nutrient content contained in liquid organic fertilizer of rice washing water with onion skin does not meet the minimum technical standards under the Regulation of the Minister of Agriculture No. 70 of 2011 concerning organic fertilizers, biological fertilizers, and soil enhancers. Along with the results of the laboratory analysis, the POC of rice washing water with onion skin did not have a significant effect on the vegetative growth of cayenne pepper with concentrations of 50 and 75%.
Effect Of Goat Bokashi And Rice Local Microorganism On Papaya California (Carica papaya L): Pengaruh Pemberian Pupuk Bokashi Kotoran Kambing Dan Mol Nasi Basi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pepaya California (Carica papaya L) Hamidah Hamidah; Siti Mutmainah; Ahmad Sufillah Zaeni
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v11i1.1512

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi kotoran kambing terhadap pertumbuhan pepaya California, mengetahui pengaruh pemberian MOL nasi basi terhadap pertumbuhan pepaya California dan mengetahui interaksi pemberian bokashi kotoran kambing dengan MOL nasi basi terhadap pertumbuhan pepaya California. Penelitian dilaksanakan di Jalan Tegal Rejo, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. Penelitian dilaksanakan mulai Februari 2021 sampai dengan Juni 2021. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok dengan analisis 3 x 4 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah pupuk bokashi kotoran kambing yang terdiri dari 3 taraf : K0 = 0 kg/tanaman (kontrol), K1 = 6 kg/tanaman dan K2 = 12 kg/tanaman. Faktor kedua adalah MOL nasi basi yang terdiri dari 4 taraf : N0 = 0 ml/L (kontrol), N1 = 50 ml/L, N2 = 100 ml/L dan N3 = 150 ml/L. Data yang diperoleh dianalisa dan diuji lanjut dengan uji BNT 5% Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk bokashi kotoran kambing dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 45, 60, 75, 90 HST, jumlah daun 75 dan 90 HST, diameter batang 45, 60, 75, 90 HST dengan perlakuan terbaik K1 : 6 kg/tanaman. Pemberian MOL nasi basi dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Interaksi kedua perlakuan yaitu bokashi kotoran kambing dan mol nasi basi tidak memberikan pengaruh nyata semua parameter pengamatan. Kata kunci : Pupuk Organik, Tanaman Hortikultura, Unsur Hara
Pengaruh Pemberian Pupuk UREA dan Pupuk Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq): Effect of UREA Fertilizer and Cow Manure on the Growth of Oil Palm Seeds (Elaeis guneensis Jacq) Mahdalena; Siti Mutmainah; Yenni Manurung
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v11i2.1873

Abstract

ABSTRACT Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk Urea dan pupuk Kotoran Sapi serta Interaksi kedua perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (E. guineensis Jacq). Penelitian dilaksanakan di lahan praktik Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda Jl. KH. Wahid Hasyim I, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimatan Timur Penelitian ini dilaksanakan selama 4 (empat) bulan, mulai dari bulan Maret sampai dengan Juni 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan percobaan faktorial 3 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan. Faktor Pertama adalah urea (N) yang terdiri dari 4 taraf yaitu N0 (tanpa perlakuan), N1 (200 gram/L/Polybag), N2 (250 gram/L/Polybag), dan N3 (300 gram/L/Polybag). Faktor kedua adalah kotoran sapi (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu K0 (tanpa perlakuan), K1 (200 gram/polybag) dan K2 (250 gram/polybag). Hasil penelitian pada perlakuan pupuk urea dan pupuk kotoran sapi pada parameter tinggi, diameter batang, dan jumlah helai daun tanaman 45 HSP, 75 HSP dan 105 HSP tidak berpengaruh nyata . Interaksi pupuk Urea dan pupuk. Kotoran Sapi berpengaruh nyata pada paremeter tinggi tanaman dan diameter batang umur 105 HSP untuk interaksi keduanya disarankan menggunakan dosis pemupukan N2: 250 gram/L/Polybag dan K1: 200 gram/polybag Kata Kunci : Elaeis, Nitrogen, Organik
The Response of Growth Robusta Coffee (Coffea robusta L.) Seeds on Grating of Bokashi Fertilizer Taro Leaves (Colocasia esculenta L.) and Mutiara NPK Fertilizer: Respon Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea robusta L.) Terhadap Pemberian Pupuk Bokashi Daun Talas (Colocasia esculenta L.) dan Pupuk NPK Mutiara rustam baraq noor; Siti Mutmainah; Roki
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 1 (2023): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v12i1.2068

Abstract

Upaya untuk   mendapatkan tanah yang subur perlu dilakukan penambahan unsur hara diantaranya pemberian pupuk bokashi, pupuk bokashi mengandung unsur N, P dan K yang dapat digunakan untuk menyuburkan dan memperbaiki struktur tanah (Mayunar, 2011). Bokashi yang akan dibuat adalah dengan memanfaatkan tanaman talas, karena melihat tanaman talas yang banyak tumbuh di sekitar daerah tempat tinggal. Pertumbuhan tanaman talas ini juga cepat namun sangat jarang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga dibiarkan tumbuh liar begitu saja. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kopi robusta terhadap pemberian pupuk bokashi daun talas (Colocasia esculenta L.) dan NPK Mutiara serta interaksi keduanya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai akhir Januari 2022 dan bertempat Jl. Poros Kebun Agung Gg. Merpati Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan Percobaan Faktorial 4 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Bokashi Daun Talas dan Pupuk NPK Mutiara tidak berpengaruh terhadap semua parameter, sedangkan interaksi antara Pupuk Bokashi Daun Talas dan Pupuk NPK Mutiara berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah daun 90 HST (helai) yaitu oleh interaksi perlakuan B3N3 (Pupuk Bokashi Daun Talas 150 gram/polybag dan Pupuk NPK Mutiara 30 gram/polybag)
The Growth responsse of cacao seeds (Theobroma cacao L.) to the application of urea fertilizer and liquid organic fertilizer of gamal leaves: Respon Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Pemberian Pupuk Urea Dan Pupuk Organik Cair Daun Gamal Mahdalena; Siti mutmainah; Frederich Febrian Hermanda
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 1 (2023): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v12i1.2279

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk Urea dan dosis pupuk organik cair daun gamal serta interaksi kedua perlakuan terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Waktu penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, terhitung mulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2021. Tempat penelitian di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan faktorial 4 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah Pupuk Urea (U) yang terdiri dari 4 taraf yaitu U0 (kontrol), U1 (3 g/polybag), U2 (6 g/polybag), U3 (9 g/polybag). Faktor kedua adalah POC Daun Gamal (G) yang terdiri dari 4 taraf yaitu G0 (kontrol), G1 (200 ml/polybag), G2 (250 ml/polybag), G3 (300 ml/polybag). Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis pupuk Urea dan POC daun gamal berpengaruh nyata pada interaksi U2G3 (6 g dan 300 ml/polybag) untuk parameter tinggi tanaman dan pada interaksi U3G3 (9 g dan 300 ml/polybag) memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah daun dan diameter batang. Kata Kunci : Gliricidia, Urea, Theobroma
The Response of Eggplant (Solanum melongena L) to Abiotic Stress and Organic Fertilizer: Respon Tanaman Terong (Solanum melongena L) Terhadap Cekaman Abiotik dan Pupuk Organik Asiah Wati; Siti Mutmainah; I Gede Pasek Ista Darma
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 1 (2023): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v12i1.2329

Abstract

ABSTRACT   Efforts can be made to increase the production of eggplant plants in addition to land expansion and proper cultivation techniques. One effort to increase crop production is by adding nutrients and optimal irrigation. So it is necessary to study the response of eggplant (Solanum melongena L) to abiotic stresses and organic fertilizers with the aim of knowing the response to abiotic stresses, organic fertilizers and the interactions between abiotic stresses and organic fertilizers. The research method used a randomized block design (RBD) with abiotic stress treatment (C) with 4 levels, namely: c0 ; control without any stress, c1; 25% drought stress, c2 ; 50% drought stress and c3 ; 75% drought stress and the use of organic fertilizer (O) with levels namely: o0 ; without organic fertilizer, o1 ; organic fertilizer 200 g/poly bag, o2 ; organic fertilizer 400 g/poly bag and o3 ; organic fertilizer 600 g/polybag. The results of the research on drought stress treatment had a significant effect on the parameters of plant height, stem diameter, fruit length, fruit weight and number of fruit plants, the best results were at level c1, but had no significant effect on the initial age of flowering. Organic fertilizer treatment had an effect on stem diameter at 45 and 60 hst at o3 level but had no significant effect on plant height, plant diameter at 15 and 30 hst, early flowering, fruit length, fruit weight and number of fruit planted. There was no interaction in each treatment   Keywords: food, climate. Sustainable ; 25% cekaman kekeringan, c2 ; 50% cekaman kekeringan dan c3 ; 75% cekaman kekeringan dan penggunaan pupuk organik (O) dengan taraf yaitu : o0 ; tanpa pupuk organik, o1 ; pupuk organik 200 g/polybag, o2 ; pupuk organik 400 g/polybag dan o3 ; pupuk organik 600 g/polybag. Hasil penelitian perlakuan cekaman kekeringan bepengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, panjang buah, berat buah pertanaman dan jumlah buah pertanaman hasil yang terbaik yaitu pada taraf c1 bernamun tidak berpengaruh nyata pada umur awal berbunga. Perlakuan pupuk organik berpengaruh pada diameter batang umur 45 hst dan 60 hst pada taraf o3 namun tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter tanaman umur 15 hst dan 30 hst, umur awal berbunga, panjang buah, berat buah pertanaman dan jumlah buah pertanaman. Tidak terdapat interaksi pada masing-masing perlakuan   Kata kunci : pangan, iklim. berkelanjutan