Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan air limbah tahu dengan penambahan sereh wangi sebagai pupuk organik cair Siti Mutmainah
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 1 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v1i2.17

Abstract

Salah satu upaya dalam mengurangi penggunaan pupuk kimia dan usaha meningkatkan unsur hara Nitrogen (N), Pospor (P) dan Kalium (K) adalah dengan penggunaan pupuk organik. Salah satu bahan limbah organik yang mudah ditemui dan dapat berdampak buruk bagi lingkungan jika tidak segera diolah adalah air limbah tahu. Salah satu kekurangan dari air limbah tahu adalah memiliki bau tidak sedap, selain itu menurut Kasman (2018) Limbah cair industri tahu umumnya memiliki derajat keasaman (pH), Total Suspended Solids (TSS), Chemical Oxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD), amoniak, minyak dan lemak, nitrit, dan nitrat yang tinggi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi bau tidak sedap yang dihasilkan dari Pupuk organik cair yang terbuat dari air limbah tahu  adalah dengan menambahkan bahan organik lain. Kurangnya pengetahuan petani/masyarakat sekitar Pabrik Tahu-Tempe skala rumah tangga dalam pengolahan limbah cair pabrik yang dapat menjadi salah satu pendapatan tambahan bagi warga sekitar, salah satu solusi yang dilakukan adalah dengan mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani maupun masyarakat sekitar pabrik tahu-tempe skala rumah tangga dalam mengelola limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair.
BUDIDAYA KAILAN (Brassica oleracea) HIDROPONIK SEBAGAI USAHA PENYOKONG EKONOMI RUMAH TANGGA Di WILAYAH PERKOTAAN Siti Mutmainah; Ahmad Sufillah Zaeni
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.727 KB) | DOI: 10.24903/jpkpm.v2i1.870

Abstract

Sayuran merupakan merupakan sumber esensial vitamin dan mineral, di dalam sayuran mengandung vitamin A,B, C, zat kapur, dan zat besi yang diperlukan untuk pertumbuhan tulang, gigi dan mempelancar peredaran darah serta alat pencernaan. Dewasa ini kesadaran masyarakat akan pentingnya sayuran semakin meningkat, untuk itu peningkatan produksi sayuran perlu dilakukan. (Irianto, 2012). Sayuran organik adalah sayuran yang cukup aman bila dikonsumsi, mengingat dalam budidayanya lebih mengandalkan bahan-bahan alami, seperti menggunakan pupuk organik dan tidak menggunakan pestisida kimia. Salah satu sayuran yang umum dibudidayakan organik adalah kailan. Hampir semua bagian tanaman kailan dapat dikonsumsi yaitu batang dan daunnya. Dalam 100 gram bagian kailan yang dikonsumsi mengandung 7540 IU vitamin A, 115 mg vitamin C, dan 62 mg Ca, 2,2 mg Fe (Irianto, 2012). Budidaya kailan menggunakan media hidroponik merupakan salah satu cara budidaya yang paling efektif diwilayah pekarangan sempit, diharapkan dapat meningkatkan hasil pendapatan keluarga, selain itu budidaya dengan media hidroponuk juga dapat meningkatkan cita rasa kailan menjadi lebih renyah, serta mampu menjaga kesehatan. Selain itu, budidaya kailan juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk dikomersilkan di pasaran oleh petani. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan pengabdian yang bertujuan untuk menyampaikan teknik budidaya kalian serta pertumbuhan dan produksi kailan dengan budidaya secara hidroponik, Sehingga masyarakat mampu memenuhi kebutuhan sayuran untuk rumah tangganya sendiri.
Pelatihan Permainan Tradisional Pada Peserta Didik dalam Upaya Melestarikan Budaya Lokal Rahmat Ilahi; Andi Alif Tunru; Yuni Ika Pratiwi; Siti Mutmainah; Rachmat Hidayat
Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/tej0tr55

Abstract

Menurunnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap permainan tradisional merupakan salah satu tantangan dalam upaya pelestarian budaya lokal sekaligus peningkatan aktivitas fisik masyarakat. Permainan modern dan aktivitas digital yang semakin dominan berkontribusi terhadap berkurangnya interaksi sosial dan aktivitas fisik berbasis kearifan lokal. Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengenalan dan implementasi permainan tradisional Gobak Sodor sebagai media edukatif, rekreatif, dan sosial. Tujuan pengabdian dilaksanakan untuk meningkatkan atau memberikan edukasi pada partisipasi dan kepuasan masyarakat dalam aktivitas fisik, memperkuat nilai kebersamaan, serta mendukung pelestarian permainan tradisional sebagai bagian dari budaya lokal. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif, melalui demonstrasi permainan, pendampingan langsung, dan evaluasi berbasis survei kepuasan peserta. Metode evaluasi menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen angket kepuasan berskala Likert (1-5) yang melibatkan 10 responden. Data dianalisis secara statistik deskriptif untuk memperoleh nilai rata-rata dan indeks kepuasan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan permainan tradisional Gobak Sodor memperoleh indeks kepuasan sebesar 81,1%, yang termasuk dalam kategori puas. Aspek kesenangan bermain, kerja sama tim, dan manfaat aktivitas fisik memperoleh skor tertinggi, sedangkan aspek fasilitas permainan masih memerlukan peningkatan. Secara keseluruhan, kegiatan ini dinilai berhasil dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai model pengabdian masyarakat berbasis permainan tradisional dan kearifan lokal.
Optimized Tapping Frequency and Ethrel Dosage for Latex Production: Frekuensi Pemanenan dan Dosis Ethrel yang Dioptimalkan untuk Produksi Lateks Akhmad Sopian; Afrilianus Ferdinan; Siti Mutmainah
Academia Open Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.11801

Abstract

General Background: Rubber productivity in Indonesia remains low due to suboptimal cultivation practices, including the improper use of stimulants, which can harm plant health. Specific Background: One strategy to increase yield is the application of low tapping frequency combined with Ethrel 10 PA stimulant, which can prolong latex flow and enhance cell metabolism; however, its effectiveness depends on clone type and plant physiological condition. Knowledge Gap: Limited knowledge exists on the optimal combination of tapping frequency and stimulant dosage to sustain productivity without compromising plant health, particularly for PB 260 and GT 1 clones. Aims: To determine the optimal tapping frequency and stimulant dosage for these clones. Results: Field trials revealed that a d/3 tapping frequency yielded the highest latex output, while a dosage of 2 g/tree produced the maximum yield; however, there was no significant interaction between the two factors. High tapping frequency, though productive, risks reducing plant health. Novelty: This study recommends tapping every four days combined with a 1 g/tree Ethrel dosage to balance productivity and plant health. Implications: These findings provide practical guidance for sustainable rubber cultivation, maximizing yield while preserving the productive lifespan of trees. Highlights: Optimal combination of tapping interval and stimulant dosage. Balances high yield with plant health preservation. Practical recommendation for sustainable rubber farming. Keywords: Rubber Productivity, Tapping Frequency, Ethrel 10 PA, Latex Yield, Sustainable Cultivation
Changes In Sub Optimal Soil Nutrient Status By Adding Liquid Organic Fertilizer From Tofu Wastewater And Lemongrass: Perubahan Status Hara Tanah Lahan Sub Optimal Dengan Penambahan Pupuk Organik Cair (Poc) Air Limbah Tahu Dan Serai Wangi Siti Mutmainah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v9i1.906

Abstract

This study aims to determine the nutrient levels of Liquid Organic Fertilizer (POC) Wastewater and Lemongrass Wastewater and soil nutrient status sub-optimal land after incubation for 21 days. Sub-optimal land is land that naturally has low productivity, therefore it is necessary to add nutrients in both organic and inorganic fertilizers to change nutrient status in the soil. Organic fertilizer in liquid form is one type of fertilizer that can facilitate the absorption of nutrients. Tofu wastewater has an unpleasant odor, one of the efforts that will be made to reduce the odor is by adding fragrant lemongrass in making liquid organic fertilizer. Based on the results of the study note that the total macro nutrient levels (N + P2O5 + K2O) Liquid Organic Fertilizer Wastewater and Lemongrass Wastewater is 0.17% with a degree of acidity 4.39. Suboptimal soil nutrient status after incubation for 21 days with different concentration treatments namely 10%, 30% and 50% addition of Liquid Organic Fertilizer tofu waste water and lemongrass experience changes in potassium nutrient status at concentrations of 0%, 10 %, 30% and 50%, while the phosphorus changes at concentrations of 30% and 50%, but not nitrogen.
Robusta Coffee Growth Response to Application of Various Liquid Organic Fertilizers in Replacing C-Organic and N-Total Soil Siti Mutmainah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v9i2.988

Abstract

The Ministry of Agriculture through the Agricultural Quarantine Agency (2019) stated that Robusta coffee has contributed 41% of the country's foreign exchange, with an average export frequency of 102 times per month, and will continue to increase. In connection with the growth in export volume of robusta coffee, coffee farmers need additional substances for the soil in the form of nutrients to be able to meet the soil nutrient needs for coffee from planting to harvest. Organic fertilizer in liquid form is one type of fertilizer that can be an option, in addition to facilitating nutrient absorption. This study aims to determine the response of various liquid organic fertilizers at certain concentrations to the vegetative growth of robusta coffee. The content of C-organic and total Nitogen in the soil which has been given the addition of gamal liquid organic fertilizer and tofu wastewater with the addition of citronella can provide a very significant difference in the vegetative growth of robusta coffee plants at the age of 60 HSP at plant height, and 90 HSP in diameter. stem and number of leaves (strands). Based on the results of laboratory tests carried out, it was also known that the macro and micro nutrient content in the soil with the addition of poc of tofu wastewater which was given citronella had a good content compared to the control and soil conditions with the addition of gamal liquid organic fertilizer.
Effect Of Goat Bokashi And Rice Local Microorganism On Papaya California (Carica papaya L): Pengaruh Pemberian Pupuk Bokashi Kotoran Kambing Dan Mol Nasi Basi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pepaya California (Carica papaya L) Hamidah Hamidah; Siti Mutmainah; Ahmad Sufillah Zaeni
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v11i1.1512

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi kotoran kambing terhadap pertumbuhan pepaya California, mengetahui pengaruh pemberian MOL nasi basi terhadap pertumbuhan pepaya California dan mengetahui interaksi pemberian bokashi kotoran kambing dengan MOL nasi basi terhadap pertumbuhan pepaya California. Penelitian dilaksanakan di Jalan Tegal Rejo, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. Penelitian dilaksanakan mulai Februari 2021 sampai dengan Juni 2021. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok dengan analisis 3 x 4 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah pupuk bokashi kotoran kambing yang terdiri dari 3 taraf : K0 = 0 kg/tanaman (kontrol), K1 = 6 kg/tanaman dan K2 = 12 kg/tanaman. Faktor kedua adalah MOL nasi basi yang terdiri dari 4 taraf : N0 = 0 ml/L (kontrol), N1 = 50 ml/L, N2 = 100 ml/L dan N3 = 150 ml/L. Data yang diperoleh dianalisa dan diuji lanjut dengan uji BNT 5% Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk bokashi kotoran kambing dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 45, 60, 75, 90 HST, jumlah daun 75 dan 90 HST, diameter batang 45, 60, 75, 90 HST dengan perlakuan terbaik K1 : 6 kg/tanaman. Pemberian MOL nasi basi dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Interaksi kedua perlakuan yaitu bokashi kotoran kambing dan mol nasi basi tidak memberikan pengaruh nyata semua parameter pengamatan. Kata kunci : Pupuk Organik, Tanaman Hortikultura, Unsur Hara
Pengaruh Jenis POC dengan Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Mentimun (Cucumis sativus L.): Effect of POC Types with Different Concentrations on the Growth and Production of Cucumber (Cucumis sativus L.) Hamidah; Siti Mutmainah; Edi Siswanto
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v11i2.1867

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Jenis POC dan Konsentrasi Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.), Penelitian dilaksanakan di Jalan. Lubuk Sawah, Mugerjo, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda Kalimantan Timur selama 3 bulan mulai dari bulan Oktober sampai dengan bulan Januari 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 3 taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Jadi jumlah tanaman yang dipakai 30 tanaman. Faktor pertama POC NASA (N) dengan 3 taraf yaitu : N0 : kontrol, N1:4 cc/L air dan N2 : 6 cc/L air. Faktor kedua POC Bio Sugih (B) dengan 3 taraf yaitu : B0 : kontrol, B1 : 4 cc/L air dan B2 : 6 cc/L air Variabel pengamatan yaitu jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman. diameter buah dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan pemberian POC Nasa berpengaruh nyata pada perlakuan N2 yaitu 6 cc/Lair. Sedangkan perlakuan POC Bio Sugih berpengaruh nyata pada perlakuan B2 yaitu 6 cc/Lair Kata kunci : Pupuk Organik, Tanaman Mentimu Produksi
Pengaruh Pemberian Pupuk UREA dan Pupuk Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq): Effect of UREA Fertilizer and Cow Manure on the Growth of Oil Palm Seeds (Elaeis guneensis Jacq) Mahdalena; Siti Mutmainah; Yenni Manurung
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v11i2.1873

Abstract

ABSTRACT Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk Urea dan pupuk Kotoran Sapi serta Interaksi kedua perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (E. guineensis Jacq). Penelitian dilaksanakan di lahan praktik Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda Jl. KH. Wahid Hasyim I, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimatan Timur Penelitian ini dilaksanakan selama 4 (empat) bulan, mulai dari bulan Maret sampai dengan Juni 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan percobaan faktorial 3 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan. Faktor Pertama adalah urea (N) yang terdiri dari 4 taraf yaitu N0 (tanpa perlakuan), N1 (200 gram/L/Polybag), N2 (250 gram/L/Polybag), dan N3 (300 gram/L/Polybag). Faktor kedua adalah kotoran sapi (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu K0 (tanpa perlakuan), K1 (200 gram/polybag) dan K2 (250 gram/polybag). Hasil penelitian pada perlakuan pupuk urea dan pupuk kotoran sapi pada parameter tinggi, diameter batang, dan jumlah helai daun tanaman 45 HSP, 75 HSP dan 105 HSP tidak berpengaruh nyata . Interaksi pupuk Urea dan pupuk. Kotoran Sapi berpengaruh nyata pada paremeter tinggi tanaman dan diameter batang umur 105 HSP untuk interaksi keduanya disarankan menggunakan dosis pemupukan N2: 250 gram/L/Polybag dan K1: 200 gram/polybag Kata Kunci : Elaeis, Nitrogen, Organik
The Response of Growth Robusta Coffee (Coffea robusta L.) Seeds on Grating of Bokashi Fertilizer Taro Leaves (Colocasia esculenta L.) and Mutiara NPK Fertilizer: Respon Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea robusta L.) Terhadap Pemberian Pupuk Bokashi Daun Talas (Colocasia esculenta L.) dan Pupuk NPK Mutiara rustam baraq noor; Siti Mutmainah; Roki
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 12 No 1 (2023): Agrifarm
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v12i1.2068

Abstract

Upaya untuk   mendapatkan tanah yang subur perlu dilakukan penambahan unsur hara diantaranya pemberian pupuk bokashi, pupuk bokashi mengandung unsur N, P dan K yang dapat digunakan untuk menyuburkan dan memperbaiki struktur tanah (Mayunar, 2011). Bokashi yang akan dibuat adalah dengan memanfaatkan tanaman talas, karena melihat tanaman talas yang banyak tumbuh di sekitar daerah tempat tinggal. Pertumbuhan tanaman talas ini juga cepat namun sangat jarang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga dibiarkan tumbuh liar begitu saja. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kopi robusta terhadap pemberian pupuk bokashi daun talas (Colocasia esculenta L.) dan NPK Mutiara serta interaksi keduanya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai akhir Januari 2022 dan bertempat Jl. Poros Kebun Agung Gg. Merpati Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan Percobaan Faktorial 4 x 4 yang terdiri dari 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Bokashi Daun Talas dan Pupuk NPK Mutiara tidak berpengaruh terhadap semua parameter, sedangkan interaksi antara Pupuk Bokashi Daun Talas dan Pupuk NPK Mutiara berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah daun 90 HST (helai) yaitu oleh interaksi perlakuan B3N3 (Pupuk Bokashi Daun Talas 150 gram/polybag dan Pupuk NPK Mutiara 30 gram/polybag)