Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) subsektor tanaman pangan di Provinsi Lampung memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian daerah. Namun, kinerjanya dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan ekonomi, seperti perubahan tutupan lahan, curah hujan, dan nilai tukar mata uang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tutupan hutan dan lahan, curah hujan, serta fluktuasi nilai tukar terhadap PDRB subsektor tanaman pangan di Provinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Lampung pada Januari hingga Februari 2025. Data yang digunakan meliputi citra satelit Landsat untuk analisis tutupan lahan, data curah hujan dari NASA POWER, serta data PDRB subsektor tanaman pangan dan nilai tukar rupiah dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan perangkat lunak Minitab untuk mengukur hubungan antara variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas hutan rakyat, sawah, dan permukiman memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB subsektor tanaman pangan, dengan koefisien masing-masing sebesar 1,064, 0,792, dan 1,010. Curah hujan juga berpengaruh positif dengan koefisien 0,983. Sebaliknya, nilai tukar mata uang berpengaruh negatif, di mana setiap kenaikan 1% dalam nilai tukar menyebabkan penurunan PDRB sebesar 0,09368. Sementara itu, hutan negara, pertanian campuran, dan perkebunan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap PDRB subsektor tanaman pangan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya optimalisasi hutan rakyat dan lahan sawah dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Pengelolaan curah hujan yang baik juga diperlukan untuk menjaga stabilitas hasil pertanian. Selain itu, kebijakan stabilisasi nilai tukar diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap sektor pertanian.
Copyrights © 2025