Kampung Adat Miduana di Cianjur Selatan memiliki modal sosial-budaya yang kuat, namun promosi destinasi sering terkendala oleh kesenjangan kapasitas komunikasi warga dalam mengemas pengalaman budaya menjadi narasi yang koheren, menarik, dan etis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memperkuat promosi Kampung Adat Miduana melalui integrasi dua kompetensi inti: digital storytelling (penyusunan micro-story, caption, dan skrip video) serta editing video pendek menggunakan CapCut agar narasi dapat diwujudkan menjadi konten audiovisual yang siap edar di media sosial. Metode pelaksanaan menggunakan desain pelatihan–praktik–evaluasi secara partisipatif dengan 16 peserta, melalui tahap pre-test, praktik storytelling berbantuan ChatGPT (prompt template berbasis konteks–kontras–momen balik–resolusi–ajakan) sekaligus pendampingan produksi video, dan post-test. Hasil menunjukkan penguatan kompetensi pascapelatihan: pada storytelling, 93,75% peserta memahami storytelling sebagai cara bercerita untuk menyampaikan pesan, 100% memahami elemen karakter–konflik–resolusi, dan 93,75% memahami hook sebagai pembuka yang menarik perhatian. Pada materi CapCut, 100% peserta menguasai langkah dasar produksi (memulai proyek, memotong klip, menambahkan audio), 87,5% memahami rasio vertikal 9:16 untuk video pendek, dan 81,25% memahami penggunaan template untuk produksi cepat. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi penguatan naratif dan keterampilan produksi audiovisual efektif untuk meningkatkan kesiapan warga memproduksi konten promosi berbasis identitas dan etika kampung adat, serta berpotensi memperkuat citra destinasi melalui user-generated content.
Copyrights © 2026