Kemampuan melakukan Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis atau perawat, tetapi juga penting dikuasai oleh masyarakat umum sebagai lay rescuer. Pemberian edukasi kesehatan mengenai tindakan resusitasi jantung paru kepada penolong awam sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam memberikan pertolongan pada korban dengan kondisi gawat darurat, khususnya pada kasus henti jantung yang terjadi di luar rumah sakit. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan penolong awam. Desain penelitian menggunakan Quasi Eksperimen dengan pengukuran pre-test sebelum intervensi dan post-test setelah intervensi pada kelompok perlakuan serta kelompok kontrol, dengan analisis data menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi berupa materi dan simulasi terkait bantuan hidup dasar, terjadi peningkatan keterampilan penolong awam dalam melakukan resusitasi pada korban henti jantung di luar rumah sakit dengan nilai p = 0,000. Keterampilan tersebut sangat berperan dalam meningkatkan respons awal pada keadaan darurat yang dapat menyelamatkan nyawa. Dengan demikian, pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) perlu terus dikembangkan dan diperluas penerapannya di masyarakat.
Copyrights © 2026