Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN LAY RESCUER (PENOLONG AWAM) PADA KEJADIAN HENTI JANTUNG DI LUAR RUMAH SAKIT Egidius Umbu Ndeta; Raju Kapadia; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3186

Abstract

Kemampuan melakukan Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis atau perawat, tetapi juga penting dikuasai oleh masyarakat umum sebagai lay rescuer. Pemberian edukasi kesehatan mengenai tindakan resusitasi jantung paru kepada penolong awam sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam memberikan pertolongan pada korban dengan kondisi gawat darurat, khususnya pada kasus henti jantung yang terjadi di luar rumah sakit. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan penolong awam. Desain penelitian menggunakan Quasi Eksperimen dengan pengukuran pre-test sebelum intervensi dan post-test setelah intervensi pada kelompok perlakuan serta kelompok kontrol, dengan analisis data menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi berupa materi dan simulasi terkait bantuan hidup dasar, terjadi peningkatan keterampilan penolong awam dalam melakukan resusitasi pada korban henti jantung di luar rumah sakit dengan nilai p = 0,000. Keterampilan tersebut sangat berperan dalam meningkatkan respons awal pada keadaan darurat yang dapat menyelamatkan nyawa. Dengan demikian, pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) perlu terus dikembangkan dan diperluas penerapannya di masyarakat.
THE EFFECTIVENESS OF NURSES ONLINE ANXIETY HEALING TO OVERCOME NURSES' ANXIETY IN THE COVID-19 PANDEMIC Susito Susito; Raju Kapadia; Egidius Umbu Ndeta; Suhendra Suhendra; Wulan Deasy Rindayani
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 2 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i2.2004

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak negatif terhadap kesehatan mental perawat. Kecemasan pada perawat dapat menyebabkan terjadinya kesalahan perawatan yang dapat membahayakan keselamatan pasien. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Nurses Online Anxiety Healing (NOAH) dengan pendekatan psikologis positif dalam mengatasi kecemasan perawat menghadapi pandemi COVID-19. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Experiment One Group Pretest-Posttest Design dengan sampel sebanyak 39 perawat yang ditentukan melalui Purposive Sampling. Intervensi yang diberikan kepada responden adalah NOAH dengan pendekatan psikologi positif. Kuesioner Skala Stressor Kerja Perawat (NOSS) digunakan untuk menguji kecemasan. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik Wilcoxon Signed Rank Test dengan Nilai Alpha= 0,05. Hasil pretest menunjukkan mayoritas responden (66,7%) mengalami kecemasan berat; hasil posttest menunjukkan lebih dari separuh responden (51,3%) mengalami kecemasan sedang; dan intervensi tersebut efektif secara signifikan dalam mengatasi kecemasan responden (p-value = 0,001). NOAH dengan pendekatan psikologi positif yang dilakukan secara online dapat mengurangi kecemasan perawat dalam menghadapi pandemi COVID-19, karena metode ini sengaja dibuat dan dirancang untuk menumbuhkan emosi, perilaku, dan kognisi serta kepribadian positif dengan mengurangi gejala negatif.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Kejadian Henti Jantung di Luar Rumah Sakit Bagi Penolong Awam di Kecamatan Singkawang Timur Egidius Umbu Ndeta; Raju Kapadia; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i3.563

Abstract

Serangan jantung di luar rumah sakit atau Out-of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) adalah masalah kesehatan internasional, dan tingkat kelangsungan hidup yang dilaporkan setelah OHCA sangat bervariasi. Kelangsungan hidup pasien dengan OHCA dapat ditingkatkan dengan memberikan pertolongan yang segera dan maksimal, seperti cardiopulmonary resuscitation (CPR), defibrilasi dini, dan perawatan lanjutan dini. Jumlah penolong dikomunitas perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi serangan jantung di luar rumah sakit atau Out-of Hospital Cardiac Arrest (OHCA). Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah penolong dikomunitas yaitu dengan melibatkan masyarakat awam untuk mendapatkan pelatihan dan kemudian memberikan kesempatan para masayarakat awam yang sudah terlatih untuk melatih apa sudah mereka pelajari ke teman, orang tua atau saudara sehingga di waktu yang bersamaan banyak orang bisa teredukasi. Pelatihan CPR untuk masyarakat umum atau orang awam yang dikenal juga dengan lay rescuer dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk memberikan pertolongan pertama berupa cardiopulmonary resuscitation (CPR) sebagai respons terhadap serangan jantung mendadak. Hasil menunjukkan usia responden dalam rentang 20-55 tahun, mayoritas perempuan (63,3%) dan 90% belum pernah mengikuti pelatihan BHD. Setelah pelatihan, 73,4% responden memiliki pengetahuan baik dan 73,3% terampil melakukan bantuan hidup dasar.