Pembelajaran biologi kelas XII SMA menghadapi tantangan keberagaman kemampuan siswa pada materi kompleks seperti sistem organ, metabolisme sel, dan genetika, sehingga diperlukan model inovatif untuk meningkatkan keterampilan proses sains. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pengaruh model Differentiated Science Inquiry (DCI) dan Ercore terhadap keterampilan proses sains siswa. Metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental pretest-posttest non-equivalent control group design digunakan. Populasi seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 3 Jember tahun pelajaran 2024/2025, sampel tiga kelas paralel (30-35 siswa/kelas) dipilih purposive sampling. Instrumen tes esai keterampilan proses sains (rubrik skala 1-4) dan observasi, dianalisis dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, homogenitas Levene, serta uji-t independent sample (SPSS 26, α=0,05). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05), dengan skor posttest DCI lebih tinggi daripada Ercore. Kesimpulan menyatakan DCI lebih efektif mengakomodasi keragaman siswa untuk keterampilan dasar, sementara Ercore kuat pada aspek konseptual, mendukung Kurikulum Merdeka
Copyrights © 2026