Atmaja, I Wayan Wisa
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran DCI (Differentiated Science Inquiry) dan Ercore (Elicitation, Restructuring, Confirmation, Reflection) terhadap Keterampilan Proses Sains Mata Pelajaran Biologi Kelas XII SMA Negeri 3 Jember Semester Genap Tahun Pelajaran 2024-2025 Palupi, Puspita Setyo; Hariyanto, Hariyanto; Atmaja, I Wayan Wisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran biologi kelas XII SMA menghadapi tantangan keberagaman kemampuan siswa pada materi kompleks seperti sistem organ, metabolisme sel, dan genetika, sehingga diperlukan model inovatif untuk meningkatkan keterampilan proses sains. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan pengaruh model Differentiated Science Inquiry (DCI) dan Ercore terhadap keterampilan proses sains siswa. Metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental pretest-posttest non-equivalent control group design digunakan. Populasi seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 3 Jember tahun pelajaran 2024/2025, sampel tiga kelas paralel (30-35 siswa/kelas) dipilih purposive sampling. Instrumen tes esai keterampilan proses sains (rubrik skala 1-4) dan observasi, dianalisis dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, homogenitas Levene, serta uji-t independent sample (SPSS 26, α=0,05). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05), dengan skor posttest DCI lebih tinggi daripada Ercore. Kesimpulan menyatakan DCI lebih efektif mengakomodasi keragaman siswa untuk keterampilan dasar, sementara Ercore kuat pada aspek konseptual, mendukung Kurikulum Merdeka
Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script & Keterampilan Berpikir Kritis terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas 5 SDN Jatisari 03 Jenggawah Semester Genap Tahun Pembelajaran 2024-2025 Yahya, Moh Ali; Hariyanto, Hariyanto; Atmaja, I Wayan Wisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS kelas 5 SD akibat dominasi pembelajaran konvensional dan kurangnya pelatihan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran cooperative script dan keterampilan berpikir kritis terhadap hasil belajar IPAS, baik secara terpisah maupun melalui efek interaksinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu dan desain faktorial 2×2, melibatkan seluruh siswa kelas V SDN Jatisari 03 Jenggawah sebagai populasi, dengan dua kelas dipilih sebagai sampel melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar IPAS pilihan ganda dan tes keterampilan berpikir kritis uraian yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Teknik analisis data meliputi uji normalitas (Kolmogorov–Smirnov), uji homogenitas (Levene’s Test), ANOVA Dua Jalur, N‑gain, dan effect size dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model cooperative script dan keterampilan berpikir kritis berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPAS, dengan efek interaksi yang juga signifikan, sehingga model ini paling efektif pada siswa berpikir kritis tinggi. Kesimpulan penelitian adalah bahwa kombinasi model cooperative script dan pengembangan keterampilan berpikir kritis secara bersamaan meningkatkan pemahaman konseptual dan penerapan konsep IPAS
Pengaruh Pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan Metode Question Answer Relationship (QAR) dan Role Playing terhadap Keterampilan Membaca Komprehensif Siswa Kelas 8 Smpn 2 Tempurejo Semester Genap Tahun Pembelajaran 2024-2025 Septiani, Delina; Hariyanto, Hariyanto; Atmaja, I Wayan Wisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya keterampilan membaca komprehensif siswa kelas 8 SMPN 2 Tempurejo disebabkan pola pembelajaran konvensional yang monoton dan berpusat pada guru, sehingga siswa kesulitan menangkap informasi tersirat. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh metode Question Answer Relationship (QAR) dan Role Playing terhadap peningkatan keterampilan tersebut. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Non-equivalent Control Group Design). Populasi seluruh siswa kelas 8 SMPN 2 Tempurejo semester genap 2024-2025, dengan sampel purposive sampling. Instrumen meliputi tes pre-post dan observasi, dianalisis melalui uji normalitas, homogenitas, t-test, N-Gain Score, serta korelasi. Hasil menunjukkan sinergi QAR dan Role Playing meningkatkan skor membaca secara signifikan, beserta efikasi diri dan kemandirian siswa. Kesimpulan menyatakan kombinasi metode ini efektif menciptakan pembelajaran holistik untuk literasi bahasa Inggris.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Awereness Training terhadap Kemandirian dan Hasil Belajar Matematika Kelas V SDN Baratan 01 Semester Genap Tahun Pembelajaran 2024-2025 Sari, Hendah Kartika; Atmaja, I Wayan Wisa; Hariyanto, Hariyanto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemandirian dan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Baratan 01 akibat dominasi instruksi guru dan anggapan matematika menakutkan. Tujuannya menganalisis pengaruh model pembelajaran Awareness Training terhadap kemandirian dan hasil belajar matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi-Experimental Design). Populasi seluruh siswa kelas V dengan sampel purposive sampling. Instrumen berupa tes objektif untuk hasil belajar dan angket non-tes untuk kemandirian. Analisis data menggunakan statistik inferensial melalui uji-t atau Manova. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kemandirian kelas eksperimen meningkat signifikan menjadi 82,4 dibandingkan 68,1 pada kelas kontrol, serta rata-rata hasil belajar matematika meningkat dari 65,3 menjadi 84,7 setelah perlakuan Awareness Training. Kesimpulannya, model Awareness Training berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemandirian belajar dan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Baratan 01.
Pengaruh Faktor Self Regulated Learning dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Chips terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Siswa Kelas 3 SDN Seruni 01 Jenggawah Semester Genap Tahun Pembelajaran 2024-2025 Ernawati, Anik; Hariyanto, Hariyanto; Atmaja, I Wayan Wisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan aktif dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang disebabkan oleh dominasi metode ceramah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh faktor internal berupa Self-Regulated Learning (SRL) dan faktor eksternal berupa model pembelajaran kooperatif tipe Talking Chips terhadap hasil belajar siswa kelas 3 SDN Seruni 01 Jenggawah semester genap tahun ajaran 2024-2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) melalui rancangan Non-equivalent Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur SRL serta tes objektif (pre-test dan post-test) untuk mengukur hasil belajar. Hasil pembahasan secara teoritis dan empiris menunjukkan bahwa integrasi model Talking Chips mampu menjamin keadilan partisipasi bicara siswa dan menghilangkan dominasi individu. Sinergi ini, didukung oleh regulasi diri yang kuat, terbukti menciptakan lingkungan belajar yang demokratis serta meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan dan homogen. Strategi ini efektif dalam mentransformasi nilai-nilai Pancasila dari sekadar hafalan menjadi internalisasi sikap yang nyata melalui kolaborasi kelompok