Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi arus dan voltase terhadap kualitas sambungan las pada material stainless steel 304 menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengendalian parameter pengelasan dalam menghasilkan sambungan yang memiliki kualitas mekanis dan visual yang baik. Parameter arus dan voltase diketahui memiliki peran penting dalam menentukan stabilitas busur, penetrasi, serta kemungkinan terjadinya cacat pada hasil pengelasan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Material yang digunakan berupa plat stainless steel 304 dengan ketebalan 4 mm dan elektroda tipe E308L berdiameter 2,6 mm. Variasi arus yang digunakan yaitu 70 A, 80 A, dan 90 A, sedangkan voltase mengikuti pengaturan mesin las. Pengujian dilakukan melalui observasi visual dan uji penetran (Penetrant Test/PT) untuk mendeteksi cacat permukaan pada hasil las. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi arus dan voltase berpengaruh terhadap kualitas sambungan las. Arus yang terlalu rendah menghasilkan penetrasi yang kurang optimal, sedangkan arus yang terlalu tinggi meningkatkan risiko cacat seperti spatter dan overheating. Kombinasi parameter terbaik diperoleh pada arus 80 A dengan voltase sekitar 22–24 V, yang menghasilkan stabilitas busur yang baik, cacat minimal, serta kualitas bead yang lebih seragam. Hasil uji penetran menunjukkan tidak ditemukan retakan pada seluruh spesimen, sehingga secara umum kualitas sambungan masih dalam kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemilihan parameter arus dan voltase yang tepat sangat berpengaruh terhadap mutu sambungan las SMAW pada stainless steel 304. Parameter sedang cenderung memberikan hasil yang paling optimal dibandingkan parameter rendah maupun tinggi
Copyrights © 2023