Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Inovasi Konstruksi: Penerapan Mechanical Metamaterials untuk Struktur Ringan dan Adaptif Bambang Triono; Didit Darmawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2462

Abstract

Pemanfaatan mechanical metamaterials dalam konstruksi menawarkan potensi inovatif untuk menciptakan struktur yang ringan, adaptif, dan efisien. Metamaterials, yang dirancang untuk memiliki sifat fisik unik, dapat memanipulasi gelombang elektromagnetik, suara, dan mekanika, sehingga meningkatkan kinerja struktural dan efisiensi energi. Studi ini membahas berbagai aplikasi metamaterials dalam industri konstruksi, termasuk peningkatan isolasi termal dan akustik, pengurangan beban pada struktur, dan kemampuan adaptif terhadap kondisi lingkungan yang berubah. Contohnya, desain panel dinding dan jembatan menggunakan metamaterials menunjukkan penghematan material dan biaya, serta peningkatan daya tahan. Meskipun ada tantangan dalam biaya produksi dan regulasi, kolaborasi interdisipliner antara akademisi, insinyur, dan pembuat kebijakan sangat diperlukan untuk mengoptimalkan penerapan teknologi ini. Dengan pendekatan yang tepat, metamaterials dapat menjadi solusi yang signifikan untuk menghadapi tantangan keberlanjutan dan efisiensi dalam konstruksi modern.
Metode Pendinginan untuk Peningkatan Efisiensi Mesin Pembakaran Internal Bambang Triono; Didit Darmawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pembakaran internal merupakan sumber tenaga utama pada kendaraan bermotor yang kinerjanya sangat dipengaruhi oleh sistem pendinginan. Suhu kerja mesin yang terlalu tinggi dapat menurunkan efisiensi termal, mempercepat keausan komponen, serta meningkatkan konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu,diperlukan metode pendinginan yang lebih efektif untuk menjaga stabilitas suhu operasi mesin.Penenlitian ini bertujuan untuk menganalisisdan mengembangkan metode pendinginan yang mampu meningkatkan efisiensi mesin pembakaran internal melalui pengendalian suhu optimal pada rung bakar dan komponen vital mesin.Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Beberapa sistem pendinginan di bandingkan,yaitu pendinginan konvesional berbasis air, pendinginan berbasis cairan etilen glikol, dan sistem pendingin tambahan menggunakan modul termoelektrik (peltier). Hasil menunjukan bahwa penggunaan sistem pendinginan hibrida (air + paltier) mampu menurunkan suhu kerja mesin seingga 12% di banding sistem konvesional dan meningkatkan efisiensi termal sebesar 7,8%. Selain itu, konsumsi bahan bakar menurun secara signifikat tanpa mengurangi performa mesin. Metode hibrida terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi mesin pembakaran internal melalui pengendalian suhu yang lebih stabil. Penerapan metode ini berpotensi di kembangkan untuk kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan.
PENELITIAN VISKOSITAS OIL SAE TERHADAPKINERJA HIDROLIK PADA ALAT UJI KEKUATAN BETON Mochammad Saleh; M. Syaiful Anwar; Mohammad Djaelani; Bambang Triono; Arif Rachman Putra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem hidrolik adalah sistem yang menggunakan fluida sebagai media untukmemindahkannya. Untuk mengembangkan teknologi di bidang hidrolika, diperlukan suatuanalisis yang berkaitan dengan sistem tersebut. Diantaranya dengan menggunakan sistemhidrolik yang dapat menghasilkan produk dengan kualitas terbaik dan untuk mendapatkanefektifitas kerja dalam memenuhi kualitas produksi. Sistem hidrolik ini dibuat melaluibeberapa tahapan antara lain. Cari tahu lebih lanjut tentang semua komponen hidrolik yangakan digunakan dalam pembuatan mesin uji kuat tekan beton dengan sistem hidrolik, untukmemudahkan merancang model sesuai dengan fungsi dari masing-masing komponentersebut. Kemudian dilanjutkan dengan mewujudkan desain menjadi objek nyata. Tahapterakhir adalah menganalisis cara kerja mesin. Proyek ini bertujuan untuk mengkaji carakerja mesin uji kuat tekan beton dengan sistem hidrolik. Dalam menganalisa cara kerja mesinhydraulic beton tester kekuatan dengan pengujian mesin. Hasil analisis menunjukkan bahwadalam pembuatan paving menggunakan mesin hidrolik. Mesin ini dapat menghasilkankualitas penekanan yang lebih baik dibandingkan dengan pembuatan manual.
ANALISIS PENGARUH PENGUJIAN PENETRANT TERHADAP MUTU SAMBUNGAN LAS SMAW PADA MATERIAL STAINLESS STEEL 304 Bambang Triono; Mahmudin Mahmudin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v3i1.9649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi arus dan voltase terhadap kualitas sambungan las pada material stainless steel 304 menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengendalian parameter pengelasan dalam menghasilkan sambungan yang memiliki kualitas mekanis dan visual yang baik. Parameter arus dan voltase diketahui memiliki peran penting dalam menentukan stabilitas busur, penetrasi, serta kemungkinan terjadinya cacat pada hasil pengelasan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Material yang digunakan berupa plat stainless steel 304 dengan ketebalan 4 mm dan elektroda tipe E308L berdiameter 2,6 mm. Variasi arus yang digunakan yaitu 70 A, 80 A, dan 90 A, sedangkan voltase mengikuti pengaturan mesin las. Pengujian dilakukan melalui observasi visual dan uji penetran (Penetrant Test/PT) untuk mendeteksi cacat permukaan pada hasil las. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi arus dan voltase berpengaruh terhadap kualitas sambungan las. Arus yang terlalu rendah menghasilkan penetrasi yang kurang optimal, sedangkan arus yang terlalu tinggi meningkatkan risiko cacat seperti spatter dan overheating. Kombinasi parameter terbaik diperoleh pada arus 80 A dengan voltase sekitar 22–24 V, yang menghasilkan stabilitas busur yang baik, cacat minimal, serta kualitas bead yang lebih seragam. Hasil uji penetran menunjukkan tidak ditemukan retakan pada seluruh spesimen, sehingga secara umum kualitas sambungan masih dalam kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemilihan parameter arus dan voltase yang tepat sangat berpengaruh terhadap mutu sambungan las SMAW pada stainless steel 304. Parameter sedang cenderung memberikan hasil yang paling optimal dibandingkan parameter rendah maupun tinggi
PENINGKATAN KESADARAN PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA PERALATAN RUMAH TANGGA DI WARU SIDOARJO Bambang Triono; Mochamad Shaleh; Moch. Syaiful Anwar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.57320

Abstract

Konsumsi energi listrik pada sektor rumah tangga terus meningkat seiring dengan bertambahnya penggunaan peralatan listrik, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan energi yang efisien. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku masyarakat dalam penggunaan energi listrik secara hemat di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat yang signifikan, ditunjukkan dengan kenaikan skor dari 57,5% pada pre-test menjadi 94,5% pada post-test, atau meningkat sebesar 37% yang termasuk dalam kategori tinggi. Selain itu, terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan listrik, seperti mematikan peralatan saat tidak digunakan dan menggunakan alat listrik secara bijak. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik serta mendukung pengurangan biaya rumah tangga dan dampak lingkungan. Dengan demikian, program PKM ini dinilai efektif dan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pendampingan lanjutan dan penguatan peran masyarakat.
SOSIALISASI PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM Bambang Triono; Yayu Sriwahyuni Hamzah; Feby Salma Ayu Safitri; Utami Puji Lestari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.57868

Abstract

Kontribusi UMKM terhadap perekonomian cukup dominan, namun pelaku usaha ini masih dihadapkan pada berbagai permasalahan, khususnya terkait rendahnya produktivitas, keterbatasan efisiensi operasional, serta belum optimalnya adopsi teknologi dalam proses produksi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM melalui sosialisasi pemanfaatan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi usaha. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis kelompok yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 20 pelaku UMKM di Surabaya dengan latar belakang usaha yang beragam. Penilaian terhadap peningkatan pemahaman peserta dilakukan dengan membandingkan hasil sebelum dan sesudah kegiatan. Temuan menunjukkan lonjakan yang sangat nyata, di mana nilai awal sebesar 38,5% meningkat menjadi 95,5%, atau mengalami kenaikan sebesar 57% yang termasuk dalam kategori tinggi. Selain itu, peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan teknis dalam penggunaan teknologi serta kesiapan dalam mengimplementasikannya pada proses produksi. Kegiatan ini juga mendorong terjadinya pembelajaran kolektif dan efek multiplikasi antar pelaku UMKM. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan keberhasilan dalam memperkuat produktivitas, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong daya saing UMKM melalui penerapan teknologi yang relevan dan berkesinambungan.
Pelatihan Incenerator Kepada Pekerja Untuk Mengurangi Limbah Produksi di Pabrik Tahu Sidoarjo Mochamad Saleh; Bambang Triono; Moch Syaiful Anwar
Diteksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Diteksi, Vol. 4, No. 1, Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/diteksi.v4i1.25483

Abstract

This community service aims to improve the ability of workers in operating incinerators in a tofu factory located in Sidoarjo. The background of this activity is the low understanding and skills of workers related to the operation of the equipment, especially in the aspects of operational procedures and work safety. The subject of this activity is the involvement of 10 workers in the production process. The method used is a participatory approach in the preparation stage, socialization or provision of materials, direct operational practice, and monitoring and evaluation. The training materials include an introduction to incinerators, the working principles of the equipment, Standard Operating Procedures (SOP) and Occupational Safety and Health (K3). The implementation of this activity resulted in a significant increase in the understanding and skills of participants, as indicated by an increase in the level of understanding from around 20% before the training to 80% after the training. In addition, there were positive changes in the work patterns of participants, such as increased awareness of the importance of safety and more responsible waste management. Thus, this activity has been proven to be able to improve the abilities of workers and support better waste management in the tofu factory.