Penelitian ini didasarkan pada urgensi kebutuhan akan model supervisi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga kolaboratif dan efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis kelas dalam meningkatkan kompetensi sosial emosional siswa di SMP Negeri 1 Malagai, Distrik Malagai, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah dan seluruh guru di SD Negeri Guninggame. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, peserta didik, serta komite/ketua adat. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik, dan member checking. Hasil Penelitian: (1) implementasi PPK berbasis kelas dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran; pada perencanaan guru mengintegrasikan nilai karakter dan indikator sosial-emosional dalam tujuan, materi, dan strategi, pada pelaksanaan dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan kelas, aktivitas kooperatif, serta pengelolaan kelas yang menekankan disiplin positif, sedangkan evaluasi dilakukan melalui observasi sikap, refleksi sederhana, dan tindak lanjut pembinaan yang realistis sesuai kondisi sekolah. (2) nilai-nilai lokal setempat diintegrasikan sebagai konteks pembelajaran dan pembiasaan (misalnya kebersamaan, saling menolong, penghormatan terhadap aturan/adat kampung) sehingga memperkuat pengalaman sosial siswa di kelas. (3) faktor pendukung utama meliputi komitmen guru, budaya kebersamaan, dukungan komunitas, dan komunikasi sekolah dan orang tua; sementara faktor penghambat dominan mencakup keterbatasan listrik/internet, sarana belajar, beban administrasi, serta tantangan kedisiplinan yang berdampak pada ruang perencanaan dan dokumentasi penilaian. (4) implementasi PPK berbasis kelas berimplikasi pada penguatan kompetensi sosial emosional siswa, terutama kesadaran diri, pengelolaan emosi, empati/kepedulian sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa pada konteks 3T Papua Pegunungan, keberhasilan PPK lebih ditentukan oleh konsistensi praktik keteladanan, pembiasaan, dan pengalaman sosial yang kontekstual daripada kelengkapan administrasi semata.
Copyrights © 2026