Di era digital, media sosial telah menjadi ruang penting bagi remaja untuk berinteraksi, mengekspresikan diri, dan membentuk identitas sosial. Di antara berbagai platform yang berkembang, TikTok menjadi salah satu media yang paling populer karena format video pendek, tren viral, dan sistem algoritmanya yang berpotensi memengaruhi cara remaja berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media TikTok terhadap gaya komunikasi remaja di era digital, khususnya pada siswa kelas XI dan XII SMA Negeri 5 Yogyakarta. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana intensitas penggunaan TikTok membentuk perubahan komunikasi verbal dan nonverbal remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok memengaruhi gaya komunikasi verbal melalui penggunaan bahasa gaul, istilah viral, serta gaya bicara yang lebih singkat dan cepat. Selain itu, terjadi perubahan komunikasi nonverbal berupa peniruan ekspresi wajah, gesture, dan gaya komunikasi yang lebih performatif. Paparan konten yang intensif dan berulang, didukung oleh sistem algoritma TikTok, mendorong internalisasi pola komunikasi tertentu yang kemudian dianggap sebagai norma dalam pergaulan remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TikTok berperan sebagai media yang mengultivasi gaya komunikasi baru yang lebih ekspresif, simbolik, dan berorientasi pada tren digital, sehingga membentuk identitas sosial remaja dalam lingkungan komunikasi modern.
Copyrights © 2026