Di Provinsi Aceh, masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak masih tinggi dan dipengaruhi oleh kontrol plak yang kurang optimal, terutama akibat teknik dan waktu menyikat gigi yang belum tepat. Pengamatan awal di SDN 12 Kota Banda Aceh menunjukkan masih banyak siswa yang belum memahami teknik menyikat gigi yang benar serta pentingnya kontrol plak rutin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan status kebersihan gigi dan mulut siswa melalui edukasi kesehatan gigi disertai praktik kontrol plak. Desain kegiatan menggunakan pre-test–post-test tanpa kelompok kontrol. Peserta berjumlah 30 siswa yang dipilih dengan total sampling (seluruh siswa yang memenuhi kriteria dan bersedia mengikuti kegiatan). Intervensi meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi dan simulasi teknik menyikat gigi yang benar, serta evaluasi kebersihan gigi dan mulut menggunakan PHP-M (Personal Hygiene Performance–Modified) karena metode ini praktis untuk skrining kebersihan/plak di lingkungan sekolah. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur. Data disajikan secara deskriptif (univariat) sebagai perbandingan sebelum–sesudah intervensi. Hasil menunjukkan proporsi pengetahuan kategori kurang baik pada pre-test sebesar 66,7% berubah menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Status kebersihan gigi dan mulut juga membaik, dari dominan kategori sangat buruk pada pre-test (53,3%) menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Hasil pengabmas ini menunjukkan edukasi kesehatan gigi yang disertai praktik langsung berpotensi meningkatkan pengetahuan dan kebersihan gigi dan mulut siswa.
Copyrights © 2026