Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TINGKAT KECEMASAN ANAK DALAM PENCABUTAN GIGI DI PUSKESMAS MUTIARA Teuku Salfiyadi; Reca Reca; Citra F Putri; Teuku Salfiyadi; Cut Aja Nuraskin; Ainun Mardiah
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 3 No 1 (2020): JURNAL ONLINE KEPERAWATAN INDONESIA
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children’s anxiety in dental care may lead to uncooperative attitudes. It will reduce the efficiency and effectiveness of dental health service. Based on preliminary survey which conducted at Public Health Center Mutiara, Pidie, Aceh, Indonesia, found that from around 10 children who had tooth extraction, 7 of them was overanxious which 2 children was failed to treat. But, there is still no clear data about the level of children’s anxiety in Public Health Center Mutiara. The purpose this study was to determine the level of children’s anxiety in tooth extraction in Public Health Center Mutiara, Pidie, Aceh, Indonesia. This descriptive research carried out from 10 June to 10 July 2019, by observing using a checklist sheet. The sample was carried out by accidental sampling method. Thirty children with aged 6-12 years old who had tooth extraction was selected in this study. The results showed that majority children (40%) was in severe anxiety, 10% children was no anxiety, 20% children was mild anxiety, and 30% was moderate anxiety. It show that the tooth extraction teratment may not be success because the high level of children’s anxiety, so that the parents and health workers can motivate children to take care of their teeth and can anticipate anxiety that occurs in children.
RELATIONSHIP OF COMMUNITY KNOWLEDGE AND ATTITUDE WITH DENTAL COLORING (STAIN) IN PEUNITI VILLAGE BANDA ACEH CITY reca reca; Ainun Mardiah
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.869 KB) | DOI: 10.35910/jbkm.v3i1.183

Abstract

Tooth staining (stain) is the color that sticks to the surface of the tooth usually occurs because of the attachment of the color of food, drinks or nicotine content. Community behavior is one of the factors that can affect dental and oral hygiene standards, one of which is staining. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of the community with staining in the Peuniti village of Banda Aceh city. This research is analytical with cross sectional approach. The population in this study is that the entire community in Peuniti village and the sample amounted to 30 people and were taken based on purposive sampling technique. Data obtained by interviews using questionnaires. The results showed that there was a relationship between knowledge and attitudes of the community with staining in the Peuniti village of Banda Aceh city (p <0.05). It can be concluded that there is a relationship between people's knowledge and attitudes with staining and it is recommended that all people reduce smoking, coffee and tea and reduce bad habits that can affect stain.
TINGKAT KECEMASAN ANAK DALAM PENCABUTAN GIGI DI PUSKESMAS MUTIARA Reca Reca; Citra F Putri; Teuku Salfiyadi; Cut Aja Nuraskin; Ainun Mardiah
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 3 No 1 (2020): JURNAL ONLINE KEPERAWATAN INDONESIA
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children’s anxiety in dental care may lead to uncooperative attitudes. It will reduce the efficiency and effectiveness of dental health service. Based on preliminary survey which conducted at Public Health Center Mutiara, Pidie, Aceh, Indonesia, found that from around 10 children who had tooth extraction, 7 of them was overanxious which 2 children was failed to treat. But, there is still no clear data about the level of children’s anxiety in Public Health Center Mutiara. The purpose this study was to determine the level of children’s anxiety in tooth extraction in Public Health Center Mutiara, Pidie, Aceh, Indonesia. This descriptive research carried out from 10 June to 10 July 2019, by observing using a checklist sheet. The sample was carried out by accidental sampling method. Thirty children with aged 6-12 years old who had tooth extraction was selected in this study. The results showed that majority children (40%) was in severe anxiety, 10% children was no anxiety, 20% children was mild anxiety, and 30% was moderate anxiety. It show that the tooth extraction teratment may not be success because the high level of children’s anxiety, so that the parents and health workers can motivate children to take care of their teeth and can anticipate anxiety that occurs in children.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN SIKAT GIGI YANG BENAR BAGI SISWA SDN 12 KECAMATAN BAITURRAHMAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES Henny Febriani; Wirza Wirza; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Eka Sri Rahayu; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan gigi serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Berdasarkan observasi awal di SDN 12 Kecamatan Baiturrahman, ditemukan bahwa lebih dari 60% siswa belum memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta belum mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya karies gigi sejak dini, yang apabila tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan umum dan prestasi belajar anak.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan gigi melalui penyuluhan dan pelatihan menyikat gigi yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) penyuluhan interaktif yang mengedukasi siswa tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut serta dampak karies, menggunakan media audiovisual yang menarik; (2) pelatihan praktik menyikat gigi secara langsung menggunakan model gigi dan sikat gigi dengan teknik Fones yang telah disesuaikan untuk anak usia sekolah dasar; dan (3) evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan menyikat gigi.Kegiatan ini melibatkan 80 siswa kelas I hingga III dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata sebesar 35% setelah penyuluhan, serta 90% siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif berbasis praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kebiasaan sehat sejak dini. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan serupa di sekolah dasar lainnya dalam rangka pencegahan karies secara berkelanjutan.
Edukasi dan demonstrasi teknik kontrol plak dalam meningkatkan pengetahuan dan status kebersihan gigi anak SDN 12 Banda Aceh Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Teuku Salfiyadi; Eka Sri Rahayu; Ainun Mardiah; Henny Febriani; Muhammad Haikal Dzaki; Ratna Dewi; Noviyanti Noviyanti
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.3179

Abstract

Di Provinsi Aceh, masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak masih tinggi dan dipengaruhi oleh kontrol plak yang kurang optimal, terutama akibat teknik dan waktu menyikat gigi yang belum tepat. Pengamatan awal di SDN 12 Kota Banda Aceh menunjukkan masih banyak siswa yang belum memahami teknik menyikat gigi yang benar serta pentingnya kontrol plak rutin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan status kebersihan gigi dan mulut siswa melalui edukasi kesehatan gigi disertai praktik kontrol plak. Desain kegiatan menggunakan pre-test–post-test tanpa kelompok kontrol. Peserta berjumlah 30 siswa yang dipilih dengan total sampling (seluruh siswa yang memenuhi kriteria dan bersedia mengikuti kegiatan). Intervensi meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi dan simulasi teknik menyikat gigi yang benar, serta evaluasi kebersihan gigi dan mulut menggunakan PHP-M (Personal Hygiene Performance–Modified) karena metode ini praktis untuk skrining kebersihan/plak di lingkungan sekolah. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur. Data disajikan secara deskriptif (univariat) sebagai perbandingan sebelum–sesudah intervensi. Hasil menunjukkan proporsi pengetahuan kategori kurang baik pada pre-test sebesar 66,7% berubah menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Status kebersihan gigi dan mulut juga membaik, dari dominan kategori sangat buruk pada pre-test (53,3%) menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Hasil pengabmas ini menunjukkan edukasi kesehatan gigi yang disertai praktik langsung berpotensi meningkatkan pengetahuan dan kebersihan gigi dan mulut siswa.
PENYULUHAN KESEHATAN PENGGUNAAN LARUTAN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) SEBAGAI OBAT KUMUR UNTUK PENGOBATAN RADANG GUSI (GINGIVITIS) Syarifah Wahyuni Al Syarief; Kurniati Nawangwulan; Rachmat Ramli; Mauritz Pandapotan Marpaung; Ainun Mardiah; Eko Prastyo; Rahmat Pannyiwi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.40838

Abstract

Jeruk nipis merupakan buah yang sudah dikenal oleh masyarakat untuk berbagai masakan ini memiliki aktivitas antibakteri, berdasarkan penelitian dari tujuh tanaman yang berasal dari Thailand, ekstrak metanol buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) memiliki aktivitas antibakteri dengan spektrum paling luas terhadap bakteri Haemopilus somnus lalu diikuti oleh Escherichia coli, Burkholderia sp., dan Haemopilus parasuis. Di dalam buah jeruk nipis terkandung banyak senyawa kimia yang bermanfaat seperti asam sitrat, asam amino (triptofan dan lisin), minyak atsiri (limonene, linalin asetat, geranil asetat, fellandren, sitral, lemon kamfer, kadinen, aktialdehid dan anildehid), vitamin A, B1 dan vitamin C. Metode Pengabdian adalah Penyuluhan Kesehatan Penggunaan Larutan Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Sebagai Obat Kumur untuk Pengobatan Radang Gusi (Gingivitis) terhadap Masyarakat dalam pembuatan larutan jeruk nipis sebagai obat gingivitis yang berguna untuk menghambat pembentukan plak kepada sasaran Masyarakat yaitu remaja tentang penggunaan obat tradisional untuk mencegah dan mengobati Gingivitis. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk mengetahui efektifitas larutan Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) terhadap penurunan peradangan gingiva. Hasil Setelah dilakukan evaluasi  yaitu dengan melakukan pengamatan pada saat pembuatan larutan jeruk nipis Masyarakat dapat melakukan pembuatan larutan jeruk nipis untuk pengobatan gingivitis.
Program Edukasi Asuhan Kebidanan Untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Dengan Pernikahan Dini Zumrotul Ula; Hendri Parluhutan L. Tobing; Rezqiqah Aulia Rahmat; Hasnia Hasnia; Ainun Mardiah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dini merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya komplikasi kehamilan pada ibu. Kurangnya pengetahuan mengenai asuhan kebidanan dan tanda bahaya kehamilan menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh ibu dengan usia muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dengan riwayat pernikahan dini melalui program edukasi asuhan kebidanan. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sasaran kegiatan adalah 25 ibu hamil dengan pernikahan dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 58,4 menjadi 84,2. Selain itu, pengetahuan baik meningkat dari 20% menjadi 76%. Terjadi pula perubahan perilaku, dimana 80% peserta rutin melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC). Kesimpulan menunjukkan bahwa program edukasi asuhan kebidanan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil sehingga dapat mencegah komplikasi kehamilan. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Kehamilan Risiko Tinggi, Edukasi Kebidanan, Antenatal Care, Pengabdian Masyarakat ABSTRACT Early marriage is one of the risk factors that can increase pregnancy complications among mothers. Lack of knowledge regarding midwifery care and pregnancy danger signs is a major issue faced by young mothers. This community service program aims to improve knowledge and awareness of pregnant women with early marriage through midwifery care education. The method used was participatory education through counseling, interactive discussions, and mentoring. Evaluation was conducted using pre-test and post-test involving 25 pregnant women. The results showed an increase in the average score from 58.4 to 84.2. The proportion of good knowledge increased from 20% to 76%. Behavioral changes were also observed, with 80% of participants regularly attending antenatal care (ANC). In conclusion, the program is effective in improving knowledge and awareness, contributing to the prevention of pregnancy complications. Keywords: Early Marriage, High-Risk Pregnancy, Midwifery Education, Antenatal Care, Community Service
HUBUNGAN PERILAKU IBU DENGAN RAMPAN KARIES PADA BALITA DI TPA BATOH KECAMATAN LUENG BATA BANDA ACEH Ainun Mardiah; Nisa Maulida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4863

Abstract

Rampan karies merupakan penyakit multifaktorial dimana faktor tersebut saling berinteraksi. Salah satu faktornya adalah perilaku orang tua terutama ibu dalam merawat kesehatan gigi anaknya yang sangat berpengaruh terhadap timbulnya kerusakan gigi anak tersebut. Hasil pengamatan ditemukan dari 37 balita terdapat 31 balita (84%) yang mengalami rampan karies. Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap 15 balita yang terserang rampan karies sebanyak 2 balita (13%) mengalami rampan karies yang tidak parah, 5 balita (34%) mengalami rampan karies yang parah dan sebanyak 8 balita (53%) mengalami rampan karies yang sangat parah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) ibu terhadap rampan karies pada balita di TPA Batoh Kecamatan Lueng Bata Banda Aceh 2013.Penelitian ini bersifat analitik dengan derajat kepercayaan (? = 0,05). Dilaksanakan di TPA Batoh, tanggal 10 sampai 15 Juni 2013. Populasi penelitian ini adalah 31 balita dan ibu balita sebagai responden. Sampel penelitian total populasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan ibu kurang baik (15,9), rata-rata sikap ibu kategori negatif (16,4) dan rata-rata tindakan ibu kurang baik (11,8). Hasil perhitungan statistic pada perilaku ibu dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan x2 hitung ( 14,9) lebih besar dari x2 tabel (5,991). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara perilaku, ibu dengan rampan karies pada balita. Disarankan kepada ibu agar membentuk perilaku yang lebih baik terhadap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak terutama terhadap pemberian susu botol/ ASI dengan benar dan bagi petugas kesehatan gigi hendaknya lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut kepada ibu dan lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut balita
EDUKASI BAHAYA ROKOK BAGI REMAJA MELALUI CERAMAH DAN LEAFLET DI SMP SWASTA ISLAM JAMIAH AL-AZIZIYAH BATEE ILIEK SAMALANGA KABUPATEN BIREUN Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Eva Rosdiana; Ulfa Husna Dhirah; Siti Samaniyah; Henny Febriani; Ratna Wilis; Nurdin Nurdin; Ainun Mardiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan salah satu kebiasaan berisiko tinggi yang kerap dimulai sejak usia remaja. Rendahnya pengetahuan mengenai bahaya rokok menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perilaku merokok di kalangan pelajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang dampak negatif rokok bagi kesehatan melalui dua metode edukasi, yaitu ceramah dan leaflet. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas I di SMP Swasta Islam Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test, pelaksanaan edukasi melalui ceramah dan pembagian leaflet secara terstruktur, serta pengukuran kembali melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah intervensi, dengan perbandingan efektivitas yang menunjukkan bahwa metode ceramah memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan leaflet. Kegiatan ini membuktikan pentingnya pendekatan edukatif yang interaktif dan langsung dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya merokok. Diharapkan program serupa dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan perilaku merokok sejak dini.
EDUKASI DAN PENINGKATAN KESADARAN TENTANG PERAWATAN KESEHATAN GIGI PADA SISWA SDN 2 LAMCOT KABUPATEN ACEH BESAR Eka Sri Rahayu; Henny Febriani; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Wirza Wirza; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, khususnya pada usia sekolah dasar. Namun, masih banyak anak-anak yang kurang memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, yang berdampak pada tingginya angka karies gigi dan penyakit gusi di kalangan anak usia dini. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan dan interaktif. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas I hingga kelas VI di SDN 2 Lamcot, Kabupaten Aceh Besar.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup ceramah interaktif, pemutaran video edukatif, demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar menggunakan alat peraga, serta praktik langsung oleh siswa yang didampingi oleh tenaga kesehatan. Selain itu, dilakukan pula pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman siswa sebelum dan sesudah edukasi diberikan. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, mengenal jenis makanan yang dapat merusak gigi, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan gigi dan mulut.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, yang ditunjukkan oleh perbandingan hasil pre-test dan post-test. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi yang benar. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah serta menumbuhkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini.