Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan keberagaman agama dan budaya, sehingga sikap toleransi sangat penting untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Nilai-nilai toleransi ini tidak hanya diajarkan dalam Islam, tapi juga ada dalam ajaran agama lain seperti Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Semua agama tersebut mengajarkan pentingnya saling menghormati dan hidup rukun di tengah perbedaan. Salah satu tayangan yang memuat pesan-pesan toleransi adalah Episode 19 di Channel Youtube Noice, yang membahas tentang bagaimana agama dan budaya dapat saling berkaitan dan menghargai perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pesan toleransi yang disampaikan oleh Habib Ja’far dalam tayangan Youtube Noice Episode 19 serta memahami persepsi mahasiswa terhadap pesan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengamatan isi video, wawancara dengan mahasiswa, dan dokumentasi. Hasil penelitian diharapkan bisa memberikan gambaran tentang bagaimana pesan toleransi diterima oleh mahasiswa dan bagaimana media dakwah digital bisa membantu membentuk sikap saling menghormati antar pemeluk agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan toleransi yang disampaikan Habib Ja’far dalam video Youtube NOICE mencakup bentuk toleransi aktif, seperti ajakan berdialog, pengakuan terhadap perbedaan, dan pemahaman terhadap hubungan antara agama dan budaya, serta toleransi pasif berupa sikap menghormati secara sederhana, seperti memberi salam. Mahasiswa menilai pesan ini disampaikan dengan gaya yang santai dan mudah dipahami. Mereka memaknainya berdasarkan pengalaman pribadi, latar belakang agama, dan budaya masing-masing, serta memberikan respons secara kognitif, afektif, dan konatif. Secara keseluruhan, pesan toleransi ini diterima secara positif dan mendorong sikap aktif dalam menghargai perbedaan, meskipun sebagian mahasiswa tetap menunjukkan sikap pasif selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai pribadi mereka.
Copyrights © 2026