Supriadi M
Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

FILM AJARI AKU ISLAM DALAM ANALISIS KOMUNIKASI DAKWAH Inas Nabilatul Maulidah A; Muhammad Nur Kholish AR; Supriadi M
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 2 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i2.633

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis komunikasi dakwah yang terdapat dalam film Ajari Aku Islam. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk pesan dakwah yang terkandung dalam alur cerita dan dialog film, serta menganalisis persepsi audiens terhadap penyampaian dakwah tersebut. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diketahui bagaimana film religi mampu berfungsi sebagai sarana dakwah yang tidak hanya menyampaikan pesan keislaman, tetapi juga mendorong terciptanya sikap toleran dan penghargaan terhadap keberagaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Data dikumpulkan melalui dokumentasi film, transkrip dialog, serta wawancara dengan pihak-pihak terkait, termasuk produser film. Analisis dilakukan dengan mengkategorikan pesan-pesan dakwah yang sesuai dengan prinsip dakwah bil hikmah, yakni dakwah yang disampaikan dengan bijaksana, penuh kelembutan, dan disesuaikan dengan kondisi komunikan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan referensi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Ajari Aku Islam berhasil menampilkan pesan dakwah bil hikmah melalui berbagai adegan dan dialog tokoh yang menekankan pentingnya kesabaran, toleransi, dan akhlak mulia. Film ini juga berhasil memberikan gambaran nyata mengenai proses perkenalan Islam kepada non-Muslim dengan cara yang santun dan penuh kearifan. Persepsi audiens terhadap film ini cenderung positif karena dinilai mampu menghadirkan dakwah yang komunikatif, menyentuh, dan relevan dengan kondisi masyarakat multikultural. Dengan demikian, film Ajari Aku Islam dapat dipandang sebagai media dakwah yang efektif sekaligus sebagai sarana edukasi yang membangun kesadaran akan pentingnya nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN PERTEMANAN MAHASISWA KPI IAI AL-AZIS (PENDEKATAN PRAKTIS LES GIBLIN) Ilma Nur Fadilah; Supriadi M; Imang Maulana
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 2 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i2.634

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini mengkaji peran fundamental komunikasi interpersonal dalam membangun kepercayaan pertemanan di kalangan mahasiswa KPI IAI AL-AZIS angkatan 2021. Dilatarbelakangi oleh pentingnya trust sebagai fondasi hubungan, tujuan studi adalah mendeskripsikan praktik komunikasi interpersonal (berdasarkan dimensi Joseph DeVito dan prinsip Les Giblin) serta peranannya dalam memperkuat tiga pilar kepercayaan (Mayer, Davis, & Schoorman: kemampuan, niat baik, dan integritas). Melalui wawancara mendalam dengan 8 informan (Purposive Sampling), ditemukan bahwa mahasiswa mempraktikkan keterbukaan bertahap, empati melalui active listening, dan dukungan tulus yang selaras dengan prinsip Giblin. Peran sentral komunikasi divalidasi oleh temuan bahwa trust dibangun melalui penguatan integritas (konsistensi dan kerahasiaan), niat baik (dukungan tanpa pamrih), dan kemampuan (relevansi saran) yang semuanya diuji dan diwujudkan melalui interaksi interpersonal yang efektif.
ANALISIS EFEKTIVITAS PESAN DAKWAH TERHADAP PERUBAHAN SIKAP MAHASISWA KPI IAI AL AZIS Karhadi; Imang Maulana; Supriadi M
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 1 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i1.647

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pesan dakwah dalam membentuk pemahaman dan perilaku keagamaan mahasiswa, khususnya di lingkungan akademik Islam. Pesan dakwah tidak hanya menyampaikan ajaran Islam, tetapi juga bertujuan mengubah pola pikir dan sikap mad’u agar sesuai dengan nilai-nilai syariat. Namun, efektivitas pesan dakwah sering dipengaruhi oleh cara penyampaian, isi pesan, dan respons audiens. Fokus penelitian ini adalah, bagaimana efektivitas pesan dakwah terhadap perubahan sikap mahasiswa KPI IAI AL-AZIS dan bagaimana bentuk dan isi pesan dakwah yang diterima oleh mahasiswa KPI IAI AL-AZIS. Kedua fokus ini menjadi acuan dalam menggali pemahaman mahasiswa terkait penerimaan dan pengaruh pesan dakwah dalam kehidupan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pesan dakwah terhadap perubahan sikap mahasiswa serta mengidentifikasi bentuk dan isi pesan dakwah yang mereka terima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 11 mahasiswa Program Studi KPI IAI AL-AZIS yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan dakwah dinilai efektif dalam mengubah sikap mahasiswa ketika disampaikan secara persuasif, motivatif, dan relevan dengan kebutuhan mad’u. Media mimbar menjadi sarana paling efektif, disusul oleh radio dan media sosial. Dampak perubahan sikap terlihat dari peningkatan kedisiplinan ibadah, sikap toleransi, dan kepedulian sosial mahasiswa. Bentuk dan isi pesan dakwah yang diterima mahasiswa mencakup materi akidah, ibadah, akhlak, serta isu-isu aktual seperti solidaritas terhadap Palestina. Dakwah yang komunikatif dan kontekstual lebih mudah diterima dan diinternalisasi oleh mahasiswa.
STRATEGI KOMUNIKASI PENYIAR RADIO PRIMA FM 95.8 DALAM MENARIK MINAT PENDENGAR MELALUI PROGRAM HARIAN Nurhasanah; Supriadi M; Muhammad N. Abdurrazaq
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 1 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i1.648

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Penyiar Radio Prima FM 95.8 dalam Menarik Minat Pendengar Melalui Program Harian. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya strategi komunikasi dalam menjaga eksistensi radio di tengah persaingan media digital seperti Spotify dan YouTube. Radio Prima FM 95.8 Haurgeulis sebagai salah satu radio lokal berupaya mempertahankan pendengar melalui program-program harian yang kreatif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi penyiar serta strategi komunikasi yang diterapkan dalam menarik minat pendengar, dengan fokus pada penerapan analisis SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap penyiar serta manajer program Radio Prima FM. Analisis data dilakukan dengan menelaah kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dalam pelaksanaan strategi komunikasi penyiaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama Radio Prima FM terletak pada gaya komunikasi penyiar yang interaktif, dekat dengan pendengar, dan penggunaan logat lokal yang menciptakan kedekatan emosional. Kelemahan ditemukan pada keterbatasan jumlah penyiar dan fasilitas teknologi. Peluang muncul dari kolaborasi dengan komunitas lokal, sedangkan ancaman berasal dari meningkatnya persaingan media digital. Hal ini menunjukan bahwa keberhasilan Radio Prima FM dalam menarik minat pendengar bergantung pada kemampuan penyiar dalam membangun komunikasi interpersonal yang efektif, menyesuaikan gaya siaran dengan karakteristik audiens, serta mengoptimalkan strategi komunikasi berbasis SWOT untuk memperkuat daya tarik program harian
PERSEPSI MAHASISWA KPI INSTITUT AGAMA ISLAM AL-ZAYTUN INDONESIA TENTANG PESAN TOLERANSI HABIB JA’FAR DI YOUTUBE NOICE EPISODE 19 Karimah Nur Hakiki; Supriadi M; Imang Maulana
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 1 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i1.649

Abstract

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan keberagaman agama dan budaya, sehingga sikap toleransi sangat penting untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Nilai-nilai toleransi ini tidak hanya diajarkan dalam Islam, tapi juga ada dalam ajaran agama lain seperti Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Semua agama tersebut mengajarkan pentingnya saling menghormati dan hidup rukun di tengah perbedaan. Salah satu tayangan yang memuat pesan-pesan toleransi adalah Episode 19 di Channel Youtube Noice, yang membahas tentang bagaimana agama dan budaya dapat saling berkaitan dan menghargai perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pesan toleransi yang disampaikan oleh Habib Ja’far dalam tayangan Youtube Noice Episode 19 serta memahami persepsi mahasiswa terhadap pesan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengamatan isi video, wawancara dengan mahasiswa, dan dokumentasi. Hasil penelitian diharapkan bisa memberikan gambaran tentang bagaimana pesan toleransi diterima oleh mahasiswa dan bagaimana media dakwah digital bisa membantu membentuk sikap saling menghormati antar pemeluk agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan toleransi yang disampaikan Habib Ja’far dalam video Youtube NOICE mencakup bentuk toleransi aktif, seperti ajakan berdialog, pengakuan terhadap perbedaan, dan pemahaman terhadap hubungan antara agama dan budaya, serta toleransi pasif berupa sikap menghormati secara sederhana, seperti memberi salam. Mahasiswa menilai pesan ini disampaikan dengan gaya yang santai dan mudah dipahami. Mereka memaknainya berdasarkan pengalaman pribadi, latar belakang agama, dan budaya masing-masing, serta memberikan respons secara kognitif, afektif, dan konatif. Secara keseluruhan, pesan toleransi ini diterima secara positif dan mendorong sikap aktif dalam menghargai perbedaan, meskipun sebagian mahasiswa tetap menunjukkan sikap pasif selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai pribadi mereka.
PERAN JURNALISME WARGA DAN NILAI AKTUAL BERITA PADA PORTAL ANALISNEWS.CO.ID Wahyu Assidiq; Supriadi M; Muhammad N. Abdurrazaq Kholish
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 1 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i1.654

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang peran jurnalisme warga dan nilai aktual berita pada portal AnalisNews.co.id. Pokok masalah yang menjadi fokus penelitian ini adalah bagaimana peran jurnalisme warga, nilai aktual berita, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan jurnalisme warga pada portal AnalisNews.co.id. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam peran jurnalisme warga, nilai aktual berita, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan jurnalisme warga pada portal AnalisNews.co.id. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara ditujukan kepada 2 orang pengurus portal berita AnalisNews.co.id dan 2 orang jurnalis warga yang aktif berkontribusi didalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran jurnalisme warga pada portal berita AnalisNews.co.id terutama berasal dari rilis resmi instansi dan belum banyak melakukan liputan investigatif. Namun mereka tetap berperan strategis sebagai mitra distribusi konten dengan motivasi moral untuk menyampaikan berita yang bermanfaat dan dapat dipercaya. Kontribusi jurnalisme warga terbukti mempercepat arus informasi dan menjaga nilai aktual berita melalui publikasi cepat dan sistem terintegrasi, dengan tetap memperhatikan aspek kualitas dan kelayakan berita. Kendala yang dihadapi dalam penerapan jurnalisme warga meliputi kualitas penulisan yang belum optimal, minimnya pelatihan jurnalistik, serta keterbatasan pemahaman prinsip jurnalistik. Sehingga redaksi berperan penting sebagai gatekeeper dengan melakukan penyuntingan ketat dan pembinaan jurnalis warga.